Tanggul Talang dan Talud Jembatan Mindi Jebol lagi

Tanggul tersebut jebol sepanjang 25 meter dan lebar 10 meter. Tak ayal, peristiwa itu menyebabkan areal permukiman dan persawahan tergenang.

Penulis: pdg | Editor: oda
tribunjogja/padhangpranoto
Tanggul di Desa Talang, Kecamatan Bayat kembali jebol. Selain itu talud di Jembatan Mindi, Desa Kaligayam juga kembali ambrol. Minggu (7/2). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tanggul di Desa Talang, Kecamatan Bayat kembali jebol. Selain itu, peristiwa serupa juga terjadi pada talud jembatan yang berada di Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi. Keduanya kembali tergerus derasnya air, pada Jumat (5/2/2016) malam.

Merespon akan hal itu, segenap instansi terkait, mulai dari relawan, BPBD, TNI/Polri kembali melakukan perbaikan. Sebelumnya, tanggul Talang jebol akibat tak kuat menahan air pada hari Selasa malam (2/2/2016).

Akibatnya, tanggul tersebut jebol sepanjang 25 meter dan lebar 10 meter. Tak ayal, peristiwa itu menyebabkan areal permukiman dan persawahan tergenang.

"Sebenarnya sudah diperbaiki pada hari Kamis (4/2/2016) lalu. Ribuan karung dipergunakan untuk menambal diperkuat dengan batang bambu. Namun jebol lagi pada hari Jumat. Kemungkinan tidak kuat menahan derasnya air akibat hujan," kata Camat Bayat Edy Purnomo, Minggu (7/2/2016).

Peristiwa serupa terjadi pada talud Jembatan Mindi, Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi. Sempat ambrol pada hari Senin (1/2/2016), lubang yang menganga akhirnya ditambal menggunakan karung pasir, pada Jumat (5/2/2016) pagi.

Namun hal itu sia-sia, karena derasnya aliran sungai, akhirnya karung berisi pasir itu berserakan tak kuat membendung air kiriman, dari Gunung Kidul.

Sebelumnya, Kades Kaligayam Joko Sutrisno berkata aliran air yang melewati jembatan tersebut memang sangat besar.

Dikatakannya, ketika turun hujan lebat, debit air meninggi dan sangat deras. Namun ketika musim kemarau, hampir tidak ada aliran air yang masuk ke sungai tersebut.

"Kalau sudah hujan air kiriman bisa sangat deras. Tapi, satu hingga dua jam bisa surut kembali dengan cepat," ujarnya.

Terpisah Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPU ESDM Klaten Pramana Agus Wijanarka mengatakan sudah mengirimkan personel untuk mengecek lokasi. Disamping itu, pihaknya juga telah melakukan penanganan darurat.

Namun demikian, untuk perbaikan permanen baru bisa diusulkan pada APBD Perubahan 2016.

"Nanti kami usulkan pada APBD-P 2006. Saat ini kami telah melakukan pendataan, meskipun belum sampai pada perinciannya," tuturnya.

Sementara itu Plt Ketua BPBD Klaten Bambang Sujarwa mengatakan, titik jebol di Jembatan Mindi merupakan titik yang ketika kali pertama jebol. Kepada masyarakat, ia mengatakan agar warga aktif melakukan pelaporan terkait tanggul kritis.

Hal itu sebagai upaya untuk mempermudah pemetaan kawasan yang rawan saat terjadi hujan besar.

Disamping itu, pihaknya juga mengimbau agar warga turut menjaga kebersihan sungai, agar tak terjadi sumbatan di kala musim hujan. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved