Baca Selengkapnya Di Tribun Jogja Besok
Lima Titik Tanah Longsor dalam Tiga Hari
Curah hujan cenderung tinggi mengakibatkan bencana tanah longsor dan angin kencang di wilayah perbukitan Kulonprogo.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Curah hujan cenderung tinggi mengakibatkan bencana tanah longsor dan angin kencang di wilayah perbukitan Kulonprogo.
Selama tiga hari di akhir pekan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mencatat setidaknya tujuh lokasi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono, mengatakan setelah bencana longsor yang merenggut satu nyawa di Nglinggo Samigaluh, akhir pekan ini terjadi longsor dan angin kencang di tujuh lokasi. Menurutnya, hingga Minggu (7/2/2016) ini semua lokasi sudah terkondisikan.
"Tapi masih ada PR (pekerjaan rumah). Pertama tindak lanjut penanganan korban angin kencang di Kokap yang rata tanah dan butuh alat berat lagi untuk lokasi Nglinggo," ujar Gusdi, Minggu (7/2/2016).
Menurutnya, angin kencang di Kalirejo Kokap mengakibatkan tiga rumah rusak berat karena tertimpa pohon yang roboh. Pascakejadian, relawan dan warga sudah mengondisikan dengan alat seadanya.
"Selanjutnya masih harus inventarisasi detail kerusakan karena untuk diajukan bantuan," katanya.
Satu lagi, jalur Nglinggo Samigaluh yang sudah dibuka harus kembali dipastikan keamanan jalurnya. Pasalnya, saat ini masih terbilang rawan longsor susulan.
Pihaknya pun berencana kembali menurunkan alat berat pada Senin (8/2/2016) pagi.
Selengkapnya simak di halaman 6 Tribun Jogja edisi Senin (8/2/2016). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/longsor_dhjfdjf3_20160203_205650.jpg)