Musang yang Dulu Hama Sekarang Bisa Dipelihara

Saking banyaknya pecinta musang, kini sudah ada komunitas yang mewadahi para pecinta musang di beberapa daerah, termasuk Yogyakarta.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: oda
tribunjogja/santoari
Saking banyaknya pecinta musang, kini sudah ada komunitas yang mewadahi para pecinta musang di beberapa daerah, termasuk Yogyakarta. Adalah pemuda bernama Bimarta, koodinator wilayah dari Community Pets Musang Indonesia (CMPI) Yogyakarta, mengatakan ia bersama teman-temannya ingin memasyarakatkan musang sebagai hewan peliharaan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Musang, hewan ini memiliki taring dan biasa dibunuh oleh petani dan pemburu karena dianggap hama. Dengan tampangnya yang mengerikan, hewan ini kerap merusak tanaman pertanian dan memakan hewan ternak.

Tetapi siapa sangka, saat ini hewan ini justru dijinakkan dan dapat dipelihara di rumah.

Musang, hewan nokturnal atau yang biasa hidup di malam hari ini sudah menjadi hewan kesayang. Banyak orang memeliharanya seperti layaknya memelihara kucing atau anjing.

Perbedaanya adalah, pecinta musang dapat jalan-jalan tanpa harus memegang tali kekang lantaran si musang dengan nyaman bergelantungan di pundak sang pemilik.

Saking banyaknya pecinta musang, kini sudah ada komunitas yang mewadahi para pecinta musang di beberapa daerah, termasuk Yogyakarta.

Adalah pemuda bernama Bimarta, koodinator wilayah dari Community Pets Musang Indonesia (CMPI) Yogyakarta, mengatakan ia bersama teman-temannya ingin memasyarakatkan musang sebagai hewan peliharaan.

Bimarta tak menyangkal kalau dulu musang dikenal sebagai musuh para petani, bahkan selama ini juga banyak perburuan musang.

Kini ia dan sesama pecinta musang yang tergabung di CMPI Yogyakarta kerap melakukan gathering sejurus dengan misi mereka sosilasi ke masyarakat, salah satunya saat di acara yang digelar Jogja Animal Lover, di Sahid J-walk Babarsari, Sabtu (6/2/2016).

"Usaha kami ya sosialisasi, semakin banyak sosisalisasi semakin banyak yang tahu, dan mereka akan tertarik dan timbul rasa kasihan dan tidak diburu lagi. Musang ini bisa jinak dan lucu," terangnya.

Dari pengalamannya sendiri, Bimarta mengenal musang pada tahun 2012 silam. Saat itu ia melihat salah seorang temannya memelihara musang. Yang dia tahu, musang adalah binatang liar dan buas. Ia lantas mencoba memilihara musang dari bayi.

"Musang yang dipelihara kebanyakan jenis musang pandang, dan musang bulan," jelasnya.

Perbedaan musang pandan dan musang bulan adalah, musang pandan terdapat corak di tubuhnya seperti totol ataupun garis-garis, sedangkan musang bulan polos dan berwarna coklat atau lebih gelap.

Selain dua jenis itu, ada pula musang rase dan garangan. Salah satu jenis musang yang langka adalah Binturong.

Binturong adalah musang bertubuh besar yang saat ini menjadi hewan yang dilindung pemerintah karena terancam punah. Karenanya perburuan binturong saat ini dilarang. Binturong yang dapat dipelihara haruslah turunan ketiga atau lebih dari penangkaran.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved