Bakso Pak Jam Tak Pernah Sepi Pengunjung Meski Lokasinya Tersembunyi
Rasa bakso yang spesial adalah alasan mengapa tempat makan “mblusuk” ini selalu didatangi pelanggannya.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Saat mencicipi baksonya, teksturnya kenyal dibagian luar dan pada bagian dalamnya begitu lembut.
Selain itu rasa bakso yang berukuran tidak terlalu besar ini juga sangat gurih. Kuah baksonya, cukup bening dengan rasa yang gurih dan segar.
Citarasa bakso tersebut akan semakin mantap jika ditambah dengan sambal yang disediakan di setiap meja.
"Sambalnya pun cukup spesial. Jika di kebanyakan warung bakso sambalnya terbuat dari cabai yang direbus lalu dihaluskan, di sini sebelum digiling cabainya kami goreng, dan setelah itu kami goreng lagi," ujar Jamhari.
Dengan dua kali penggorengan tersebut membuat sambal di warung bakso tersebut lebih gurih dan semakin membuat seporsi baksonya makin nendang.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Meskipun telah sangat terkenal, harga seporsi baksonya masih terjangkau, hanya Rp11 ribu.
Untuk melayani pelangganya, Jamhari menghabiskan sekitar 30 hingga 45 kilogram daging sapi.
Lokasi Bakso Pak Jam atau yang juga dikenal dengan Bakso Ironayan ini, berada di sebelah timur pusat kota Yogyakarta.
Jika dari pasar Kotagede, untuk mencapai lokasinya anda perlu ke timur hingga melewati Ring Road dan sampai di pasar Ngipik.
Dari pasar tersebut masih ke utara sekitar 1 kilometer hingga menemukan pertigaan yang terdapat tugu bertuliskan dusun Ironayan.
Dari pertigaan tersebut belok kanan sekitar 50 meter, warung Bakso Pak Jam berada persis di samping Masjid.
"Setiap harinya kami buka dari jam 10.00 pagi, dan maksimal kami buka sampai jam 20.00. Dan jika pada hari Jumat kami libur," pungkas Jamhari. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bakso-3_20160206_215820.jpg)