Badan Kepegawaian Peringkat Terendah
Sebanyak 48 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta dinilai kinerjanya selama setahun.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 48 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta dinilai kinerjanya selama setahun.
Penilaian ini dinilai dari besaran realisasi capaian fisik maupun besaran realisasi capaian keuangan.
Hasilnya, pada laporan kinerja perangkat daerah tahun 2015, dilaporkan, peringkat tertinggi ditempati oleh Kecamatan Pakualaman, disusul oleh Kecamatan Ngampilan, Mantrijeron, Tegalrejo.
Sementara peringkat terendah ditempati oleh Badan Kepegawaian Daerah Kota Yogyakarta.
Sedangkan untuk capaian fisik pada tahun 2015 mencapai 96,6%, dan realisasi capaian keuangan mencapai 86,37%, dengan jumlah program terlaksana sebanyak 140 program, 564 kegiatan, dan pagu belanja langsung, Rp955,497 Miliar.
Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad, mengatakan, kinerja SKPD terus naik tahun demi tahun.
Namun untuk beberapa SKPD yang capaian fisik rendah disebabkan oleh banyak faktor, terutama oleh faktor gagal lelang.
"Terdapat pekerjaan yang gagal lelang di beberapa SKPD, seperti oengadaan seragam batik di Dintib, pengadaan sarana (APE) inklusi. Pekerjaan interior ruangan Balai Kota, ini yang membuat beberapa SKPD capaian fisiknya rendah," ujar Edy, Kamis (4/2/2016).
Sementara itu Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, mengatakan, masih terdapat banyak kekurangan di sejumlah SKPD seperti soal pendidikan, layanan kesehatan, sampai infrastruktur. Namun ia beranggapan kekurangan ini dapat diatasi.
"Masing masing SKPD dapat dievaluasi. Semua lelang dan proyek yang gagal pada tahun 2015, dilanjutkan, dan diselesaikan pada triwulan pertama tahun ini," ujar Haryadi, selepas penyerahan laporan kinerja SKPD, di Graha Pandawa, Balaikota Yogyakarta. (tribunjogja.com)