Sasanti Resto Hadirkan Masakan Rumahan Berkualitas
Ketika digigit, irisan ikan Salmon yang memiliki tekstur lembut langsung terasa, lama-lama menguat dan memberikan perpaduan citarasa yang mantap.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Masakan rumahan mungkin tidak banyak dilirik oleh Resto sebagai menu andalannya, tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi Sasanti, sebuah Resto yang hadir di Yogyakarta sejak tahun 2003.
Berada di jalan Palagan Tentara Pelajar No 52 A, Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Sasanti Resto menghadirkan beragam masakan rumahan dengan cita rasa dan penampilan yang berkelas.
Beragam masakan nusantara yang selama ini sering dimasak dan disantap di rumah dapat kita pesan. Salah satunya adalah Buntil.
Umumnya, makanan tradisional khas Jawa ini berupa parutan daging kelapa, dicampur dengan ikan teri dan bumbu-bumbu lalu dibungkus daun pepaya, kemudian direbus dengan santan.
Namun, Buntil ala Sasanti resto berbeda, isian yang umumnya ikan teri diganti dengan Salmon. Perpaduan rasa ikan Salmon yang dikenal kaya akan protein dengan bahan lain memberikan pengalaman kuliner yang unik.
Inovasi isian ini membuat Buntil naik kelas. Salmon yang selama ini lazim ditemukan dalam masakan jepang, seperti Sushi misalnya, ternyata bisa juga dipadukan dengan masakan tradisional tanah air, tanpa menghilangkan ciri khasnya.
Saat mencicipi Buntil Salmon ala Sasanti Resto, masakan yang hampir mirip dengan bothok ini memang kaya cita rasa. Taste tradisionalnya masih terjaga.
Aroma santan dan parutan kelapa yang kuat dan sedikit rasa pedas menjadi cirikhasnya. Ketika digigit, irisan ikan Salmon yang memiliki tekstur lembut langsung terasa, lama-lama menguat dan memberikan perpaduan citarasa yang mantap.
Diungkapkan Clara Seiffi Emmy Pratiwi selaku owner Sasanti, telah menjadi konsep dan keinginannya mengahadirkan beragan masakan rumahan dengan menggunakan bahan pilihan.
"Selama ini masakan rumahan dan masakan Indonesia dianggap makanan murahan, susah naik kelas layaknya masakan Western. Dengan meterial pilihan, penyajian yang menarik, kami menawarkan sajian rumahan yang berkualitas," ujar Emi.
Resep masakan rumahan turun temurun ini kemudian dikemas dan dikreasi tanpa menghilangkan struktur utama citarasa masakan aslinya. Misalnya menu sate, Sasanti Resto menggunakan daging Wagyu yang terbaik, sehingga kualitas menu sate meningkat.