Hama Walang Sangit Hantui Petani

Meski tidak terlalu besar, serangan hama walang sangit merata. Serangan itu membuat sebagian tanaman di lahannya rusak.

Penulis: ang | Editor: oda
tribunjogja/anggapurnama
Petani di Dusun Nologaten, Caturtunggal, Depok sedang memanen padi, Minggu (31/1/2016). Hama walang sangit mulai menyerang tanaman padi milik petani. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Sebagian petani di Kabupaten Sleman mengeluhkan serangan hama walang sangit yang mulai menyerang. Kondisi tersebut membuat padi yang siap panen rusak dan petani terancam rugi.

Seorang petani di Dusun Duwet, Sendangadi, Mlati, Tasiyo mengatakan meski tidak terlalu besar, serangan hama walang sangit merata. Serangan itu membuat sebagian tanaman di lahannya rusak sehingga terancam gagal dipanen.

“Walang sangit mulai menyerang, banyak petani yang tidak menyangka serangannya merata. Padahal musim panen sebelumnya tidak separah ini,” ungkapnya, Minggu (31/1/2016).

Menurutnya sekitar lima hektare lahan pertanian di dusunnya juga mengalami hal yang sama. Kondisi ini membuat hasil panen tidak maksimal lantara sebagian sudah rusak.

“Padahal sudah siap panen. Jika sudah rusak seperti ini, hanya bisa digunakan untuk pakan ternak, karena meskipun disemprot hamanya tidak hilang,” kata dia.

Selain serangan hama, kurang maksimalnya panen padi di masa tanam ini dipengaruhi cuaca yang kurang bersahabat. Pasalnya musim kemarau berkepanjangan pada awal masa tanam membuat tanaman padi kekurangan pasokan air.

“Mendekati masa panen, justru banyak hujan disertai angin. Kondisi ini membuat tanaman mudah ambruk sehingga harus panen dini,” ujarnya.

Tidak hanya di Sendangadi, Mlati, serangan hama dan cuaca yang tidak stabil juga membuat sejumlah petani di wilayah lain gelisah.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agro Jogotirto Mandiri, Berbah, Mariyadi mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu ini berpotensi meningkatkan serangan hama.

Seperti serangan jamur yang membuat padi yang tidak tumbuh maksimal.

“Serangan hama jamur sangat berdampak pada penurunan kualitas. Kondisi ini biasanya muncul saat cuaca yang tidak stabil ini, sebentar panar, sebentar hujan,” paparnya.

Dengan kondisi ini, pihaknya meminta intansi pemerintahan terkait untuk segera turun dan memberikan pengarahan dan penangan kepada petani untuk mengantisipasi serangan hama yang lebih luas lagi.

Pasalnya kondisi ini dapat membuat petani merugi dan terancam gagal panen.

“Saat seperti ini petani sangat membutuhkan bantuan dan pengarah dari pemerintah, sehingga hasil pertanian tetap dapat dicapai dengan maksimal,” kata dia. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved