Pemkot Terjunkan Tim Pendataan Warga Eks Gafatar
Pemerintah Kota Yogyakarta masih belum tentukan langkah untuk melakukan penanganan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kota Yogyakarta.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta masih belum tentukan langkah untuk melakukan penanganan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kota Yogyakarta.
Hingga saat ini, baru upaya pendataan yang akan dilakukan, setelah rombongan eks Gafatar tiba.
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menuturkan, pihaknya akan menerjunkan satu tim khusus untuk melakukan pendataan eks Gafatar yang berasal dari Yogyakarta.
Pasalnya, selama ini jumlah data yang ada masih belum valid, sehingga kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran.
"Kami akan data terlebih dahulu, yang mana saja eks Gafatar yang memang betul-betul warga Kota Yogyakarta, karena selama ini data yang ada masih simpang siur jumlahnya. Ini penting untuk menentukan kebijakan penanganan selanjutnya," tutur Haryadi, paska memimpin rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Yogya di Balaikota, Jumat (29/1/2016).
Lanjut Haryadi, data anggota Eks Gatafar asal Kota Yogyakarta masih simpang siur.
Terakhir tercatat sebanyak 66 orang, namun bertambah lagi menjadi 90 orang, ke depan bisa berubah lagi.
Ketika disinggung jaminan penghidupan selama ditangani Pemkot, pihaknya tetap akan menunggu kepastian data yang valid.
Sesuai dengan arahan dari Kementerian Dalam Negeri, Haryadi menuturkan, pihaknya tidak akan buru-buru mengambil keputusan, pasalnya masalah eks Gafatar merupakan masalah kemanusiaan yang memerlukan penanganan yang tepat.
"Anggota Eks Gafatar ini sebetulnya adalah korban, sehingga harus dilihat dari sisi kemanusiaan, jangan melebar kemana-mana sampai paham radikal segala, ini dilakukan supaya upaya kemanusiaan dapat dilakukan," ujarnya. (tribunjogja.com)
