Monte Kali, Gundukan Garam Hingga Membentuk Gunung Spektakuler

Pertumbuhan gunung garam ini naik drastis sejak sekitar tahun 1973, atau sejak tambang tersebut dikelola oleh perusahaan kimia K+S

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Wikipedia
Gundukan garam hingga menjadi sebuah gunung di Heringen, Hesse, Jerman 

TRIBUNJOGJA.COM, HESSE - Wilayah Heringer, Hesse, Jerman punya salah satu obyek wisata spektakuler yang dikunjungi puluhan ribu wisatawan setiap tahunnya.

Obyek wisata ini berupa gundukan garam yang menjulang tinggi seperti halnya gunung buatan.

Berdasarkan penelusuran, Gunung Garam ini sebenarnya merupakan hasil dari pertambangan kalium karbonat yang sudah dioperasikan selama lebih dari seratus tahun di wilayah tersebut.


Monte Kali (Wikimedia)

Penambangan kalium karbonat ini menghasilkan dua bahan utama yakni kalium dan natrium klorida alias garam dapur dengan kandungan lebih banyak natrium klorida dibandingkan kalium.

Dengan demikian, untuk setiap satu ton kalium putih yang diproduksi, mereka juga memiliki beberapa ton natrium klorida.

Sayangnya, mereka hanya mengambil kalium saja, sedangkan natrium klorida dibuang begitu saja.

Mereka memanfaatkan sejumlah lahan kosong hingga akhirnya menggunung.


Monte Kali (Wikimedia)

Pertumbuhan gunung garam ini naik drastis sejak sekitar tahun 1973, atau sejak tambang tersebut dikelola oleh perusahaan kimia K+S.

Gundukan garam menggunung hingga setinggi 200 meter dengan luas area mencapai 93 hektar.

Berdasarkan data Januari 2014, saat itu setidaknya ada 188 juta ton garam, dengan penambahan 900 ton garam per jam atau total sekitar 6,4 juta ton garam setiap tahunnya.

Nah, maka tidak heran jika warga setempat menyebutnya sebagai 'Kalimanjaro' yang merupakan paduan dari kata Kali (potasium dalam bahasa Jerman) dan Kalimanjaro merujuk pada Gunung Kilimanjaro. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved