Metode Wolbachia untuk Tekan Kasus DBD ala Fakultas Kedokteran UGM

Wolbachia mampu menghambat perkembangbiakan virus dengue pada Aedes aegypti.

Penulis: una | Editor: Muhammad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Demi mengurangi angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Yogyakarta, Eliminate Dengue Project (EDP) Yogya, Fakultas Kedokteran UGM dengan dukungan Yayasan Tahija Jakarta mengembangkan metode alami Wolbachia, Kamis (28/1/2016).

Wolbachia merupakan bakteri alami yang terdapat dalam sel tubuh serangga misalnya lalat buah, capung, kumbang, dan nyamuk, namun tak terdapat pada nyamuk Aedes aegypti.

EDP kemudian melakukan penelitian dan menemukan bahwa Wolbachia mampu menghambat perkembangbiakan virus dengue pada Aedes aegypti.

EDP melakukan penelitian di dua kabupaten di Yogyakarta, tepatnya di Sleman dan Bantul.

Sleman merupakan daerah pertama yang dijadikan tempat uji teknologi Wolbachia tepatnya di daerah Nogotirto dan Kronggahan pada Januari 2014.

Penelitian dilakukan selama enam bulan dengan melepas nyamuk dewasa pada kurang lebih 3000 penduduk. Penelitian dilakukan dengan pantuan rutin dari pihak EDP sendiri.

Kemudian di Bantul, EDP melakukan penelitian di wilayah Jomblangan dan Singosaren dengan meletakkan telur nyamuk di ember kecil yang dititipkan ke penduduk-penduduk selama 12 minggu pada November 2014.

"Hasil yang didapatkan adalah 80-90% nyamuk sudah mengandung Wolbachia dengan begitu kemampuan nyamuk untuk menyebabkan virus dengue akan sedikit," ujar Prof. Adi Utarini selaku Project Leader EDP dalam konferensi pers mengenai perkembang biakan Nyamuk Aedes aegipty ber Wolbachia bertempat di Ruang Fortakgama, Universitas Gadjah Mada.

Pada pengamatan di kedua wilayah di Yogyakarta tersebut didapatkan juga hasil bahwa Wolbachia mampu mencegah terjadinya penularan lokal DBD di tempat tersebut.

Mencegah penularan lokal berarti bahwa ketika ada seorang warga yang terkena DBD maka tidak akan ditemukan warga lain yang tertular dalam radius yang dekat.

Teknologi Wolbachia ini dibuat bukan berarti untuk mengubah perilaku masyarakat selama ini dalam menanggulangi nyamuk seperti menggunakan raket nyamuk, atau berusaha untuk menggantikan fogging.

Namun ini merupakan penemuan lain yang dapat menekan perkembangan DBD.

Penelitian ini pun sudah dicoba dibeberapa negara yang banyak terjadi kasus DBD misalnya, Brazil, Columbia, Vietnam, dan Australia. Bahkan Australia menemukan fakta bahwa Wolbachia terbukti aman bagi manusia dan lingkungan.

"Nyamuk memang bersarang di daerah yang sanitasinya kurang bagus dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Kalau fogging kami memang tidak merekomendasikan karena berpotensi mencemari lingkungan. Yang terpenting adalah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Dan penelitian ini semoga akan betul-betul menurunkan angka kasus DBD. Dan semoga projek ini bisa merupakan suatu hal yang terbaik yang dilakukan Yogya untuk Indonesia," pungkas Dr Arida Utami yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan DIY. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved