JIH Tidak Ambil Pusing Soal MEA
Sebagai rumah sakit bertaraf internasional, "JIH" tidak mempermasalahkan masuknya asing di dunia kesehatan.
Penulis: gil | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrar Gilang Rabbani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Sebagai rumah sakit bertaraf internasional, Jogja International Hospital (JIH) tidak mempermasalahkan masuknya asing di dunia kesehatan saat perdagangan bebas ASEAN (MEA).
Hal tersebut disampaikan dr. Mulyo Hartana, Sp. PD, selaku Direktur Utama Rumah Sakit JIH saat ditemui Tribun Jogja, Jumat (29/1/2016) siang.
“Kita sudah pernah menghadapi tenaga asing tersebut, karena tahun 2010 pernah ada rumah sakit asing yang membuka cabang di Indonesia. Sehingga sudah bukan masalah baru lagi,” ujar dokter yang akrab dipanggil Mulyo.
Untuk soal tenaga asing seperti dokter dan perawat, Mulyo merasa hal tersebut belum menjadi masalah.
Ia menambahkan, “Apakah mungkin, misal dokter-dokter asal Singapura dibayar murah di Indonesia? Sedangkan di negara sendiri, mereka dibayar mahal.”
Walaupun berlabel internasional, rumah sakit JIH dirasa tidak sampai mengambil dokter-dokter asing.
“Saya rasa tidak perlu lah, masih banyak dokter lokal yang bisa diandalkan,” ujar Mulyo. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jih_dfdj_20160129_220818.jpg)