Perpustakaan Digital Lokananta Segera Diluncurkan

Melalui situs www.lokanantamusik.com, para pecinta musik Indonesia bisa menikmati arsip di Lokananta.

Penulis: rap | Editor: Muhammad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Setelah beberapa dekade dianggap mati suri, Lokananta, perusahaan rekaman dan studio musik milik pemerintah, akan meluncurkan perpustakaan digital untuk koleksi arsip musiknya.

Melalui situs www.lokanantamusik.com, para pecinta musik Indonesia bisa menikmati arsip di Lokananta.

Menurut Syaura Qotrunadha selaku Manager Lokananta Project, peluncurannya secara resmi akan bertepatan dengan peluncuran buku, namun sudah mulai dapat di akses publik terhitung sejak 1 Februari 2016.

Adanya perpustakan digital memungkinkan masyarakat dapat mengakses kekayaan perusahaan rekaman yang menjadi rumah maestro musik Indonesia seperti Gesang dan Waldjinah ini.

Sebagai tahap awal, perpustakaan digital Lokananta akan berisi sample audio dengan durasi 50% dari durasi asliya, galeri foto dan artikel atau berita yang berkaitan dekat dengan Lokananta.

“Untuk tahap awal, akan ada sekitar 20 lebih album dari kurun waktu 1956-1970. Jumlah ini akan terus diperbarui setiap minggu,” jelas Yerikho Naektua selaku perancang pustaka digital.

Salah satunya adalah lagu ‘Rasa Sayang Eh’ yang sempat diklaim Malaysia.

Lokananta Project sendiri merupakan inisiasi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia Cabang Surakarta selaku pengelola Lokananta bersama para penulis, fotografer dan desainer muda untuk memoles ulang Lokananta sebagai wadah arsip musik Indonesia.

Proyek ini melingkupi pembuatan perpustakan digital dan buku yang akan rilis pada pertengahan tahun 2016 mendatang bersamaan dengan penyerahan pengelolaan perpustakaan digital yang sepenuhnya akan diberikan kepada Lokananta.

“Lokananta Project merupakan sebuah bentuk sinergi, tidak hanya lintas instansi tapi juga lintas generasi antara sekumpulan anak muda kreatif dengan Lokananta yang terkenal dengan unsur vintage-nya,” ujar Miftah C. Zubir selaku Kepala Perum Percetakan Negara Republik Indonesia Cabang Surakarta.

Lebih jauh lagi dirinya berharap proyek ini dapat menjadi titik tolak agar Lokananta bisa kembali merebut perhatian masyarakat dan kembali merebut masa jayanya yang telah lama redup. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved