Kapolsek Tempel Gandeng Kyai dan Ustaz untuk Tangkal Penyebaran Radikalisme
Mereka dihadirkan di Aula Polsek Tempel belum lama ini untuk melakukan diskusi terkait upaya menangkal paham radikalisme di wilayah Tempel.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pihak kepolisian sektor Tempel mengumpulkan kyai dan ustaz dari delapan desa yang ada di kecamatan Tempel.
Mereka dihadirkan di Aula Polsek Tempel belum lama ini untuk melakukan diskusi terkait upaya menangkal paham radikalisme di wilayah Tempel.
Kapolsek Tempel, Kompol Hendri Multi, mengundang para Kyai dan Dai se-kecamatan Tempel. Hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 16 orang yang terbagi dalam 8 desa.
Mereka diajak untuk bekerjasama di bidang kamtibmas serta menggandeng mereka menjadi da'i Kamtibmas di wilayah
tempel.
Kapolsek meminta kepada para undangan agar mereka dapat menyampaikan kepada para umat untuk tidak terjerumus ke paham yang berbau radikal seperti ISIS maupun Gafatar.
"Yang dimaksud radikal bukan masalah agama, tapi ajaran yang bersifat anarkis, memaksakan kehendak, dan mengganggu ketentraman masyarakat," jelasnya, Rabu (27/1/2016).
Kegiatan tersebut mendapat tanggapan positif dari para undangan. Diharapkan kerjasama ini dapat berkesinambungan karena dinilai bermanfaat dan demi terciptanya situasi kondisi wilayah kecamatan tempel yang aman dan kondusif. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/stop-radikal_20150513_214731.jpg)