Ilmuwan Berhasil Mengembangkan Sel Hati Buatan

Temuan ini dapat membantu pengobatan baru bagi pasien gagal hati sehingga dapat hidup lebih lama.

Penulis: say | Editor: Mona Kriesdinar
Shanghaiist
Para ilmuwan di Shanghai telah berhasil mengubah sel kulit manusia ke dalam sel-sel hati. Temuan ini dapat membantu pengobatan baru bagi pasien gagal hati sehingga dapat hidup lebih lama. 

TRIBUNJOGJA.COM - Para ilmuwan di Shanghai telah berhasil mengubah sel kulit manusia ke dalam sel-sel hati. Temuan ini dapat membantu pengobatan baru bagi pasien gagal hati sehingga dapat hidup lebih lama.

Seperti dikutip dari shanghaiist, Senin (25/1/2016), setelah inkubasi sel kulit manusia selama lebih dari dua minggu, sel-sel hati bio-buatan baru memiliki semua fungsi dasar dari sel hati yang matang.

Ini dapat digunakan untuk menciptakan BAL, sebuah perangkat buatan untuk mendukung extracorporeal buatan. Dengan kata lain, hati bio-buatan ini dapat menyaring darah seperti hati yang sehat.

"BAL adalah jenis mesin. Anda mengambil darah dari pasien, dan darah pergi melalui mesin ini sehingga darah bisa didetoksifikasi, dibersihkan dalam mesin dan kemudian kembali ke pasien," kata pemimpin tim peneliti, Profesor Hui Lijian dari Shanghai Institute of Biochemistry & Biologi Sel.

Hati manusia memiliki kemampuan regeneratif, sehingga BAL berfungsi untuk mendukung tahap kritis dari pemulihan atau memberi waktu bagi pasien yang mencari transplantasi.

"Ketika kita memperlakukan mereka dengan BAL, kami memberi mereka dukungan, kami membantu mereka melewati titik kritis yang biasanya berbahaya dan kemungkinan akan menyebabkan kematian," kata Hui.

Begitu masa kritis terlewati, hati memiliki kesempatan untuk meregenerasi diri sendiri sehingga pasien dapat bertahan hidup.

Tim Hui memulai proyek pada tahun 2008. Setelah bereksperimen pada babi dengan gagal hati akut dan mencapai tingkat kelangsungan hidup 80 persen, mereka mulai percobaan pada manusia awal bulan ini.

Hui meyakini temuan ini memiliki potensi untuk penggunaan klinis di masa depan, meskipun masih dibutuhkan lebih banyak eksperimen. Delapan perawatan direncanakan tahun depan dengan cara seperti ini.

Penemuan ini juga menjadi sangat penting untuk profesional kesehatan di Cina. Sesuai dengan laporan Organisasi Kesehatan Dunia World Cancer 2014, Cina adalah tuan rumah bagi 50 persen penderita liver baru dan kasus kanker kerongkongan.

Sedangkan 51 persen kematian global dilaporkan karena kanker hati. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved