Masyarakat Gelar Peringatan 1 Abad Jenderal Sudirman

Masyarakat Yogya menggelar Peringatan 1 Abad Panglima Besar Jenderal Sudirman, di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta

Penulis: akb | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Jihad Akbar
Masyarakat Yogya menggelar Peringatan 1 Abad Panglima Besar Jenderal Sudirman, di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta, Minggu (24/1/2015) pagi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Masyarakat Yogya menggelar Peringatan 1 Abad Panglima Besar Jenderal Sudirman, di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta, Minggu (24/1/2015) pagi.

Peringatan satu abad bertepatan dengan hari kelahiran sang Jenderal, yakni 24 Januari 1916 silam.

"Saya sangat terharu adanya peringatan ini, banyak yang masih mengingat jejak semangat dari almarhum Jenderal Sudirman," ungkap Mohamad Teguh Sudirman, putra bungsu sang Jenderal.

Ia mengaku sangat mengapresiasi acara peringatan yang diselenggarakan masyarakat untuk mengingat kembali perjuangan ayahandanya.

Teguh berharap dengan adanya peringatan ini dapat menularkan semangat perjuangan Jenderal Sudirman kepada masyarakat.

Peringatan 1 Abad Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman yang diikuti masyarakat Yogya dari berbagai kalangan ini merupakan inisiatif Mas Ngabehi Tatok Pujodiprojo, Pemerhati dan Penerus Pemikiran Pangsar Soedirman, berkerjasama dengan TNI.

"Beliau adalah sosok patriot sejati pembela kedaulatan NKRI sampai titik darah penghabisan. Bahkan disaat sakit sekalipun beliau tetap menolak permintaan para pemimpin bangsa untuk beristirahat, beliau tak mau meninggalkan anak buah dan tetap gagah berani memimpin pasukan," ujarnya.

Dirinya mengatakan, jasa perjuangan serta tauladan hidup Jenderal Sudirman selalu relevan untuk dikenang.

Perjalanan hidup serta torehan perjuangan sang Jenderal dapat dijadikan inspirasi bagi masyarakat dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Perjuangan Jenderal Besar yang dimiliki bangsa Indonesia tidak hanya menginpirasi masyarakat dalam negeri saja.

Strategi perang gerilya yang diterapkan Jenderal Soedirman untuk melawan kaum penjajah pada waktu ini kini menjadi model perang yang ditiru banyak negara.

"Kami ingin mengajak masyarakat peduli terhadap perjuangan Pangsar Soedirman," jelasnya.

Acara peringatan satu abad ini diisi dengan doa tahlil yang dilanjutkan tabur bunga.

Setelah itu, peserta peringatan juga diajak untuk berdiskusi bersama Teguh Sudirman, putra bungsu Jenderal Sudirman; Sri Edi Swasono, menantu Bung Hatta; dan Chang Wendryanto, anggota DPRD DIY. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved