Pasar Rejowinangun Kota Magelang Disebut Masih Kumuh dan Tak Tertata Rapi
Pasar yang diklaim terbesar di Kedu ini, masih terkesan kumuh dan kotor.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kalangan dewan legislatif di Kota Magelang menyoroti sistem penataan dan pengelolaan Pasar Rejowinangun yang masih terkesan kurang maksimal.
Di sisi lain, pasar yang diklaim terbesar di Kedu ini, masih terkesan kumuh dan kotor.
Posisi parkir kendaraan roda dua di lantai dua pasar tersebut juga masih terlihat semrawut.
Hal ini ditambah banyak pedagang atau pembeli yang membuang sampah di sembarang tempat.
“Khususnya yang di bagian los ikan, daging, dan sayur-sayuran terlihat kumuh dan menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, ada tikus yang ukurannya besar-besar. Ini kan mengurangi kenyamanan para pengunjung sebenarnya,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang, Tyas Anggraeni, Senin (18/1/2016).
Dia mengatakan, ada evaluasi khusus dari Dinas Pengelola Pasar (DPP) setempat, untuk menata lahan parkir, utamanya kendaraan roda dua.
Terlebih ia mencermati ambisi Penjabat (Pj) Walikota Magelang, Rudy Apriyantono terkait keinginan mewujudkan Pasar Rejowinangun sebagai one stop shoping, sejatinya diperlukan konsep-konsep positif untuk meningkatkan tingkat kunjungan ke pasar terbesar di eks-Karesidenan Kedu itu.
”Saya harap ada evaluasi soal penataan tempat parkir ini. Pasar Rejowinangun kan luas, masih bisa titik-titik kosong dijadikan tempat parkir biar bisa bikin nyaman para pedagang sendiri maupun pengunjungnya. Kalau sudah begitu saya yakin, target jadi one stop shoping seperti yang diutarakan Pak Rudy, bisa terwujud,” papar dia.
Sementara Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Magelang, Joko Budiyono, menjelaskan, penataan pedagang masih dalam proses dan dia mengakui jika akses lalu lintas di Pasar Rejowinangun belum tertata secara maksimal.
Hal itu disebabkan banyaknya pedagang lesehan yang masih menjaja di badan jalan.
“Soal parkir ada trouble karena lahan parkir untuk sementara masih digunakan puluhan pedagang lesehan yang mayoritas menjaja dagangan sayuran. Ini tentu membuat kapasitas jalan juga berkurang,” paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/parkir-rejowinangun_20160118_220631.jpg)