Kirab Budaya Warnai Prosesi Boyongan Camat Dukun Boyongan ke Kantor Baru
Semua staf dan perangkat desa di Kecamatan Dukun berupaya melestarikan adat Jawa dengan berbusana dan berbahasa Jawa
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kirab budaya mengawali prosesi boyongan sejumlah staf Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang untuk menempati kantor baru, Senin (18/1/2016).
Dalam boyongan ini, semua staf dan perangkat desa di Kecamatan Dukun berupaya melestarikan adat Jawa dengan berbusana dan berbahasa Jawa untuk semua prosesinya.
Bahkan, simbol mesin ketik dan burung garuda pun dikirab untuk mengingatkan pelayanan terbaik bagi warga sekitar.
Delapan orang berselubung kain putih mengangkat sebuah burung garuda yang dibuat dari dedaunan. Di atas burung garuda yang dipikul oleh delapan orang tersebut, Camat Dukun, Sukamtono nampak tersenyum dan melambaikan tangan pada warga sekitar.
Kirab budaya ini dilakukan di jalan menanjak kurang lebih 500 meter dari kantor kecamatan yang akan diresmikan. Ratusan orang dan tetabuhan dari kesenian tradisional turut menyemarakkan acara ini.
Selain burung garuda, juga dibawa satu mesin ketik yang menandai boyongan kantor tersebut.
Bagitu rombongan camat tiba di Kantor Camat Dukun, mereka disambut Bupati Magelang Zaenal Arifin, Plt Sekda Agung Trijaya, segenap Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan tamu undangan lainnya.
Usai disambut, camat kemudian memberikan laporan kepada Bupati dengan menggunakan Bahasa Jawa.
Bupati Zaenal Arifin kemudian menyerahkan simbol berupa wayang Gunungan, sedangkan Camat Dukun menandai memasuki kantor baru dengan memecah kendi yang berisi air dari tujuh sendang.
Camat Dukun, Sukamtono menjelaskan, boyongan dilakukan karena proses pembangunan kantor kecamatan sejak Maret hingga Desember 2015 sudah berakhir. Artinya, pelayanan kepada masyarakat sudah bisa dilayani di kantor kecamatan yang baru ini.
“Harapan kami boyongan dengan dilakukan kirab budaya, nanti bisa melayani masyarakat lebih meningkat. Kemudian, dibawanya mesin ketik sebagai simbol untuk melayani masyarakat,” papar Sukamtono usai prosesi tersebut.
Adapun kirab diikuti seluruh perangkat desa dari 15 desa. Kantor Camat yang dulu bangunannya sudah tidak memadai, kemudian pada tahun 2015 dibangun dengan menempati lahan seluas 2.850 meter persegi dilengkapi aula, empat ruang rapat dan ruang bebas merokok.
“Anggaran untuk pembangunan gedung ini mencapai sekitar Rp 3,6 miliar. Dan sejak satu minggu yang lalu, pelayanan sudah kami lakukan di sini,” ujarnya.
Bupati Magelang Zaenal Arifin berharap dengan selesainya pembangunan Kantor Camat Dukun ini bisa meningkatkan semangat dalam melayani kepada masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kirab-boyongan_20160118_231338.jpg)