Kesedihan Seorang Istri Setelah Tahu Suaminya Ternyata Pelaku Teror
Selama menjalani mahligai rumah tangga sekitar 14 tahun itu, dia tak melihat gelagat aneh.
SM menerima informasi Ali meninggal dunia dari adiknya pada hari ini.
Lalu, dia mendatangi RS Polri Kramat Jati untuk melihat suaminya. Ternyata, setelah dilihat langsung, dia mengaku itu merupakan orang terkasih.
"Saya baru tau tadi meninggal pas saya dari rumah sakit. Saya yakin itu suami saya. Dia pakai baju biru. Dari rumah tak pakai rompi dan topi. Tetapi dikasih liat tadi sama adik saya dia pakai topi dan rompi. Tetapi bener baju biru itu bajunya yang dia pakai pas berangkat dari rumah," ujarnya.
Dia hanya mengenali jasad suaminya. Sementara empat terduga teroris yang lain dia tak mengetahui.
Dia baru mengetahui para terduga teroris lainnya setelah datang melihat para jenazah itu di rumah sakit.
Insiden itu membawa duka tak hanya bagi SM, tetapi tiga anak hasil buah cinta dia dan suaminya. Dia telah memberitahukan kabar meninggalnya ayahanda tercinta.
Setelah peristiwa teror di pusat perbelanjaan Sarinah, aparat kepolisian menggeledah tempat tinggalnya. Ini dilakukan karena diduga di tempat itu dibuat bahan peledak.
Namun, SM membantah di rumah Kampung Sanggrahan Nomor 22, RT/RW 002/03, Meruya Utara, Kembangan, itu ada bahan peledak.
"Lihat saja di rumah. Tidak ada (bahan peledak,-red). Kemarin juga sudah digeledah. Tidak ada apa-apa. Digeledah diambil dompet, hp, sama seragam loreng kaya tentara. Dia sering pake seragam loreng pas narik. Dia beli itu seragam," tambahnya. (Tribunnews.com, Glery Lazuardi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/teroris_dfdshf_20160116_000408.jpg)