Polisi Lalu Lintas Dibekali Senjata Api

Sebagai antisipasi serangan teror di Yogyakarta, personel kepolisian yang bertugas mengatur lalu lintas akan dibekali dengan senjata api (senpi).

Penulis: Santo Ari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/ Hari Susmayanti
Ilustrasi: Petugas kepolisian mengatur lalu lintas di jalur menuju wisata pantai di Gunungkidul, Jumat (1/1/2016) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebagai antisipasi serangan teror di Yogyakarta, personel kepolisian yang bertugas mengatur lalu lintas akan dibekali dengan senjata api (senpi).

Belajar dari insiden teroris di Sarinah, selain dibekali senpi, kini pos kepolisian di jalan-jalan juga akan diperkuat dengan anggota brigadir mobil (brimob).

Wakil Direktur Lalu lintas Polda DIY AKBP Ihsan Amin mengatakan pihaknya akan memetakan tempat-tempat yang dianggap rawan kepadatan lalu lintas.

Seperti yang terjadi di Sarinah, lokasi insiden merupakan jalan besar di mana banyak orang bahkan pejabat melewati jalan tersebut.

"Untuk itu kami akan mempersenjatai petugas yang berjaga di pospol (pos polisi). Selain kekuatan juga didukung oleh fungsi Brimob," ujarnya saat di temui di Pola DIY, Jumat (15/1/2016).

Peningkatan pengamanan tersebut merupakan bentuk kesiagaan personel dalam merespon segala bentuk halangan yang dimungkinkan terjadi.

Petugas akan lebih intensif dalam mengamati orang dan kepadatan di sekitarnya.

"Tidak hanya menindak pelanggar lalu lintas, tapi harus lebih peka dari segela bentuk ancaman," paparnya.

Adapun pospol yang saat ini menjadi perhatian kepolisian adalah pos di Teteg yang berada di utara Malioboro, Titik nol, jombor, dan Maguwoharjo. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved