BREAKING NEWS : Orangtua Adi Akhirnya Melapor ke Mapolres Magelang

Mereka melaporkan atas hilangnya Adi Kurniawan yang diduga bergabung dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Muh Subari (57) dan Siti Sugiyarti (52), orang tua Adi kurniawan, pemuda asal Perumahan Lembah Asri, Kompleks D11, Mantenan, Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, akhirnya melapor ke Mapolres Magelang, Kamis (14/1/2016). Mereka melaporkan atas hilangnya Adi Kurniawan yang diduga bergabung dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Muh Subari (57) dan Siti Sugiyarti (52), orangtua Adi kurniawan, pemuda asal Perumahan Lembah Asri, Kompleks D11, Mantenan, Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, akhirnya melapor ke Mapolres Magelang, Kamis (14/1/2016).

Mereka melaporkan atas hilangnya Adi Kurniawan yang diduga bergabung dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Siti dan Subari mendatangi Mapolres setempat dan diterima oleh SPK. Mereka kemudian menuliskan surat pengaduan atas hilangnya Adi. Mereka berharap dengan ditangani kepolisian maka akan ada titik terang kasus kepergian Adi.

"Kami berupaya mencari titik terang kepergian Adi. Dengan laporan ini, kami berharap akan ada kejelasan," jelas Siti Sugiyarti kepada Tribun Jogja.com, Kamis (14/1/2016).

Siti menjelaskan, usai kepergian Adi yang berpamitan untuk bekerja di Jakarta, dirinya merasakan sangat terpukul. Apalagi, Adi semakin tidak terbuka dengan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

"Saya yakin jika anak saya ini terlibat Gafatar," ujarnya.

Muh Subari, ayah Adi menjelaskan, awal kepergian Adi yang merupakan lulusan salah satu universitas swasta di Yogyakarta ini adalah pada pertengahan Oktober 2015.

Kala itu, Adi berpamitan pergi ke Jakarta karena telah diterima kerja di sebuah biro iklan. Sebelum itu Adi mengaku kepada sang Ayah telah melamar pekerjaan melalui job fair yang selenggarakan di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Hanya saja, hati dan perasaan Subari merasakan kejanggalan saat Adi hendak pergi ke Jakarta. Saat itu anak sulung dari empat bersaudara itu tidak mau diantar dengan alasan berangkat bersama temannya.

Adi juga tidak pernah menjawab dengan pasti pertanyaannya perihal pekerjaan yang akan dilakoninya di Jakarta.

"Saya sering tanya, apa nama perusahaannya, alamatnya, kemudian di Jakarta di akan tinggal dimana, tapi tidak pernah dijawab dengan pasti malah berbelit-belit," katanya.

Saat Adi sudah berangkat, sesekali keluarga masih bisa menghubungi Adi melalui sambungan telepon. Namun Adi masih bungkam jika ditanya pekerjaannya.

Saat itu Adi hanya mengatakan tidak bisa pulang sampai masa training kerja selesai pada November 2015.

“Saya sempat meminta Adi pulang karena adiknya, Imam menikah pada Desember lalu. Namun, hingga pertengahan November 2015, Adi tak kunjung memberikan kabar untuk pulang. Ia bahkan mengatakan kalau masa training diundur sampai Desember 2015. Sejak itu, pihak keluarga sudah tidak bisa menghubunginya lagi, nomor ponsel sudah tidak aktif,” jelas Subari.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved