Buah Bibir

Prista, Gadis Penakluk Merbabu, Merapi dan Prau

Ia sempat kehabisan energi ketika mendaki Merbabu, hingga terlintas ingin menyerah di tengah jalan

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Mona Kriesdinar
Dok Pri
Pristalla Shabrina 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM - Kegiatan mendaki gunung tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Selain membutuhkan tekad kuat, mendaki gunung juga tentu saja membutuhkan fisik, mental dan stamina yang kuat.

Hal tersebut yang dirasakan Pristalla Shabrina, ketika ia mencoba mendaki Gunung Merbabu. Ia sempat kehabisan energi dan sempat ingin menyerah di tengah jalan sebelum mencapai puncak merbabu.

"Ketika perjalanan udah mikir kapok dan nggak mau lagi buat nerusin. Adanya kepikiran nggak bakalan kuat dan pengin pulang aja. Namun karena rame-rame, disemangatin terus, ketika udah sampai di atas seneng banget," tutur siswi SMAN 1 Depok, Sleman, Minggu (10/1).

Prista mengistilahkan naik gunung itu capek tapi nagih. Banyak hal yang bisa ia dapatkan melalui mendaki. Di antaranya adalah melihat langit dengan cara yang berbeda. Jika biasanya menengadahkan kepala, ketika berada di puncak gunung yang dilakukan justru sebaliknya.

"Kita ada di atas awan dan melihat pemandangan yang nggak semua orang bisa lihat. Tapi memang agar bisa mendapatkan keindahan-keindahan itu, butuh perjuangan besar," ungkap dara kelahiran Sleman, 21 April 1998 tersebut.

Meski sudah mendaki Gunung Merapi, Merbabu, Prau serta bukit-bukit kecil di sekitar Yogyakarta, Prista sendiri sebenarnya masih cukup kesulitan mengantongi izin dari orang tua, khususnya dari sang bunda.

"Setiap kali mau pamit tracking, pasti selalu debat dulu. Soalnya orang tua khawatir kenapa-kenapa. Tapi aku coba meyakinkan kalau aku bisa jaga diri dan akan berhati-hati. Tapi kalau udah beneran nggak boleh, ya nggak berangkat," ujarnya lantas tertawa.

Selain restu dari keluarga sebelum berangkat mendaki gunung, anak ke dua dari tiga bersaudara tersebut memberikan masukan bagi para pemula yang ingin menjajal sensasi naik gunung.

"Persiapan mental dan fisik sih yang menurutku penting. Kita kan nggak tahu alam serta cuaca akan seperti apa di sana nanti. Terus kalau perbekalan bawa yang cukup, jangan sampai kurang. Barang-barang yang dibawa pendakian juga yang sekiranya perlu aja," pungkas Prista.(kur)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved