Ayam Sulit Dicari di Bantul, Harga Melambung

Harga daging ayam saat ini melonjak signifikan dari biasanya maksimal Rp 34.000/kg dalam dua hari ini mencapai Rp 38.000-40.000/kg.

Penulis: apr | Editor: oda
tribunjogja/anasapriyadi
Penjualan daging ayam di pasar bantul pada sSenin (11/1/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sulitnya mencari stok ayam pedaging di Bantul membuat harga daging ayam di pasar tradisional melambung. Bahkan sejumlah pedagang dan pemotong ayam memilih meliburkan diri.

Ramdan, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Bantul pada Senin (11/1/2015) mengungkapkan harga daging ayam saat ini melonjak signifikan dari biasanya maksimal Rp 34.000/kg dalam dua hari ini mencapai Rp 38.000-40.000/kg.

"Sekarang pedagang banyak yang tidak jualan, terutama yang di los-los," ujarnya.

Menurutnya, harga daging ayam melambung karena sulitnya mendapat stok dari peternak biasanya di dalam daerah yang sudah kehabisan ayam. Dia menduga pengaruh cuaca yang membuat produksi ayam di Bantul mengalami masalah.

"Kita kalau mengambil dari luar kota, otomatis harga ikut naik," paparnya.

Sulitnya mencari ayam juga dikeluhkan para pemotong ayam, pengelola rumah potong ayam di Keongan, Sabdodadi, Bantul, Sukiswanto mengungkapkan begitu keteteran untuk mendapatkan ayam sehingga perlu mengurangi jumlah ayam yang mereka potong.

"Saya cari kemana-mana sampai saya bela-belani (paksakan) tidur di kandang untuk cari ayam," katanya.

Karena langkanya ayam, jika pada hari biasa 1 ton daging bisa mereka potong, saat ini menurutnya pemotongan sangat tidak menentu dan bisa berkurang hingga separuhnya.

Kondisi ayam yang langka ini menurutnya sudah mulai dirasakannya sejak natal kemarin.

Beruntung menurutnya RPA tempatnya masih bisa beroperasi dengan stok ayam sedikit. Beberapa RPA di Bantul menurutnya bahkan harus tutup sementara karena kesulitan mendapat ayam.

Sukis menduga langkanya stok ayam karena adanya permainan. Dia mendengar kabar jika stok ayam yang ada mencukupi namun banyak yang dijual ke luar daerah yang harganya lebih bagus.

Selain itu menurutnya banyak faktor yang menyebabkan ayam sulit didapat seperti musim yang membuat ayam sulit besar serta kebutuhan meningkat pada masa liburan yang mengharuskan ayam dipanen lebih awal.

"Selama ini kalau harga tinggi pernah, tapi kalau ayam langka baru kali ini," ungkapnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved