Organda DIY Masih Berhitung Dampak Penurunan Harga BBM

BBM hanyalah satu dari sekian banyak komponen penentu tarif angkutan umum.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Seorang sopir angkutan menunggu penumpang di Terminal Condongcatur, Minggu (29/3/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada awal 2016 ini pemerintah berencana menurunkan harga BBM akibat menurunnya harga minyak dunia.

Bagi sebagian pihak, penurunan ini dinilai belum memberikan dampak signifikan. Satu contohnya adalah Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY yang masih akan berhitung mengenai potensi penurunan tarif.

Ketua Organda DIY, Agus Adrianto, mengatakan BBM hanyalah satu dari sekian banyak komponen penentu tarif angkutan umum.

Selain BBM, unsur yang lain misalnya harga suku cadang hingga tingkat inflasi juga sangat penting.

"Karena itu, apabila pemerintah menurunkan harga BBM, tidak serta merta menurunkan tarif angkutan. Seberapa besar penurunan itu dan dampaknya terhadap angkutan masih harus diperhitungkan," jelas Agus kepada Tribun Jogja, Senin (4/1/2015) kemarin.

Agus mengungkapkan, beberapa waktu belakangan para pengusaha angkutan harus menghadapi mahalnya harga suku cadang dan oli. Ia mencontohkan, dari harga oli saja selama 2-3 bulan belakangan sudah naik sekitar 25 persen.

"Namun kalau nilai penurunannya besar, penurunan tarif angkutan memang masih dimungkinkan. Hanya saja, kami harus berhitung cermat untuk itu," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved