Anak Sopir Travel Ini Sukses Bikin Bengkel Modifikasi

Balu Oto Work siap menyulap total sepeda motor riders sesuai keinginan.

Penulis: mrf | Editor: oda
tribunjogja/mresyafirmansyah
Andika Kairuliawan tengah mencoba motor matic yang dimodifikasinya menjadi motor seharga ratusan juta rupiah, Selasa (5/1/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, M. Resya Firmansyah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memiliki sepeda motor modifikasi yang tidak ada duanya pasti menjadi impian sebagian besar masyarakat. Terlebih jika kocek yang dirogoh tak terlalu dalam.

Atas dasar itu, Andika Kairuliawan menciptakan bengkel modifikasi yang bertujuan mewujudkan mimpi masyarakat dalam memiliki motor dengan desain sendiri & berbiaya relatif murah.

Balu Oto Work, bengkel modifikasi yang terletak di Jalan Pramuka Yogyakarta tersebut mungkin sudah tak asing bagi bikers yang menginginkan motornya berbeda dengan yang lain.

Selain menciptakan aksesori sepeda motor yang unik seperti head lamp berbentuk transformer, Balu Oto Work juga siap menyulap total sepeda motor riders sesuai keinginan.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti misalnya. Lantaran sepeda motor kesayangan Haryadi, Yamaha Scorpio diinginkan berpenampilan beda, dia meminta Balu Oto Work untuk menggarapnya.

Pun hasilnya, motor keluaran tahun 2005 tersebut diubah Balu Oto Work menjadi Street Racer yang sebelumnya tidak pernah ada.

Selain itu salah seorang customer lainnya yang menginginkan sepeda motor matic-nya diubah menjadi sekelas PCX seharga Rp 250 juta, dengan biaya yang tidak banyak dapat terwujud impiannya.

Bermula dari sana, customer yang berasal dari Singkawang bahkan Medan, rela membawa sepeda motornya ke Yogyakarta untuk diubah sesuai keinginannya.

Pemilik Balu Oto Work, Andika Kairuliawan menceritakan, perjalanannya membesarkan Balu Oto Work tidaklah mudah. Terlebih pemuda yang berusia 26 tahun ini berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi pas-pasan.

Pun ayahnya hanya seorang supir travel bertrayek Yogya – Bali, sementara ibunya hanya ibu rumah tangga biasa.

“Ya kalau mengira saya membesarkan bengkel ini karena saya orang kaya, itu salah besar. Bapak saya seorang sopir travel. Tapi saat bom bali, beliau dipecat sehingga menjadi pengangguran,” kenang Andika, sapaan akrabnya saat ditemui di bengkelnya, Selasa (5/1/2016).

Dia menambahkan, niatnya membuat bengkel ini lantaran hasil modifikasi motornya di tempat lain tak sesuai keinginan.

Bermula dari sana, Andika mendirikan Balu Oto Work di 2011 yang awalnya bertempat di halaman rumah almarhum kakeknya. Sadar jika dia tak memiliki uang untuk membesarkan bengkel ini, dia memilih untuk mencari dana melalui lomba.

“Nggak selang lama, usaha saya diganjar sebagai juara 2 lomba inovasi bisnis nasional oleh Kemenpora, juara 1 lomba desain produk otomotif, hingga juara pertama di Wirausaha Muda Mandiri. Uang dari lomba itu yang membuat saya bisa menyewa tanah seluas seribu meter persegi di Jl Pramuka, bengkel yang ada sekarang ini,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved