Sinten Remen Meriahkan Peresmian Auditorium Universitas Sanata Dharma
Dalam kisah "Njagong Bayen", Orkes Sinten Remen mendapatkan pekerjaan untuk sebuah perayaan lahirnya si jabang bayi dari keluarga Pak Dharma
Penulis: abm | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak 2002 lalu, Universitas Sanata Dharma (USD) membangun sebuah gedung Auditorium Driyarkara.
Fugsinya tidak hanya bisa digunakan untuk kepentingan kegiatan seni dan budaya untuk kampus saja, namun gedun ini pun bisa digunakan masyarakat Yogyakarta.
Menghabiskan waktu 13 tahun dan biaya lebih dari Rp50 miliar, gedung ini siap untuk digunakan.
Gedung ini akan diresmikan pada Rabu (30/12/2015) nanti dengan menghadirkan sebuah pertunjukan yang sangat menarik dari Orkes Sinten Remen.
"Ini adalah sebuah awal kelahiran dari apa yang telah kami tunggu-tunggu sejak lama, dan akan diceritakan pula dalam judul "Njagong Bayen"," ungkap Johannes Eka Priyatma, MSc, PhD, Rektor USD dalam jumpa persnya, Senin (28/12/2015) siang kepada awak media.
Dalam kisah "Njagong Bayen", Orkes Sinten Remen mendapatkan pekerjaan untuk sebuah perayaan lahirnya si jabang bayi dari keluarga Pak Dharma si tukang kayu.
Pekerjaan itu ditanggapi secara serius dan profesional hingga latihan untuk membuat hajatan ini tak kenal lelah dalam mempersiapkannya.
Proses latihan mereka tak henti-hentinya demi kesuksesan hajat tersebut, yang konon kabarnya dihadiri oleh para Tetamu Agung dan orang-orang penting.
"Dalam cerita "Njagong Bayen" nanti sosok Pak Dharma yang diperankan oleh Butet Kartaredjasa. Di sana ia akan memberikan penjelasan sebuah arti dari kelahiran," lanjut Djaduk Ferianto yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut.
Untuk naskahnya sendiri diciptakan oleh Djaduk.
Ia pun mengatakan, dengan hadirnya gedung auditorium baru ini diharapkannya menjadi sebuah ruang untuk presentasi dan berekspresi masyarakat Yogyakarta dalam dunia seni rupa. (tribunjogja.com)