Mantapnya Menikmati Kopi Klothok dan Sayur Lodeh di Warung Bernuansa Pedesaan

Sesuai dengan namanya warung ini menjadikan kopi klothok sebagai sajian andalannya.

Tayang:
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Hamim Thohari
Menu andalan di Warung Kopi Klothok 

Sayur Lodeh

"Kami memiliki tiga varian lodeh, yakni lodeh kluwih, lodeh terong, dan lodeh tempe lombok hijau," Adi Pramono.

Masakan khas Jawa berkuah santan ini sengaja dipilih karena tidak banyak tempat makan di Yogyakarta yang secara khusus menyediakannya.

Lebih lanjut ayah empat orang anak ini mengatakan dirinya juga ingin mengenalkan sayur tradisional ini kepada masyarakat luas.

Untuk lodeh kluweh, buah kluweh yang menyerupai nangka tetapi berukuran lebih kecil tersebut dimasak menggunakan santan bersama kacang panjang, daun mlinjo, dan cabai rawit yang dibiarkan utuh.

Lodeh terong pun isianya juga sama, yang membedakan hanyalah kluwehnya diganti terong.

Rasa dari masakan ini sangat gurih, dengan ragam sayuran yang menyegarkan. Untuk menikmati sayur lodeh bisa menggunakan nasi putih maupun nasi megono.

"Kami juga menyediakan beberapa jenis lauk sebagai pendampingnya mulai dari gereh (ikan asin) layur, tempe bacem, tempe goreng," ujar Joko.

Selain itu, masih ada satu lagi makanan khas Jawa yang saat ini sudah jarang ditemukan, yakni intip ketel yang dimakan bersama sayur lodeh.

Warung Kopi Klothok

Menu ini berupa kerak nasi yang tertinggal di ketel dan kemudian diberi sayur lodeh. Biasannya kerak nasi (intip) tekturnya keras, tetapi jika telah diberi kuah lodeh akan menjadi lunak dengan rasa gurih dan khas.

Warung Kopi Klothok tidak hanya menawarkan kopi yang mantap dan makanan yang enak, tetapi juga suasana yang nyaman dengan nuansa pedesaan yang kental.

Warung ini berada di tengah-tengah area sawah dan menggunakan bangunan khas Jawa berupa bangunan dengan potongan kampung.

Ketika tiba di sana, anda langsung diarahkan ke pawon (dapur). Di pawon ini terdapat beberapa buah tungku yang terbuat dari tanah liat dan masih menggunakan bahan bakar kayu yang setiap harinya digunakan untuk memasak.

Di salah satu sudut pawon terdapat meja yang di atasnya tertata rapi sayur lodeh dan beragam menu lainnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved