Pernak-pernik dan Aksesoris Natal Mulai Laris Diburu Warga

Lonceng, pohon natal, topi santa, lampu warna warni dan masih banyak lagi menjadi salah satu ciri kemeriahan perayaan natal

Penulis: abm | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Septiandri Mandariana
Sejumlah pernak pernik Natal mulai diburu warga jelang perayaan Natal 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hari Natal, merupakan sebuah perayaan dan hari besar yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat kristiani di seluruh dunia.

Begitupun dengan umat kristiani yang ada di Yogyakarta, mereka menyambut hari besar yang selalu diperingati dalam setiap tahunnya ini dengan perasaan gembira.

Lonceng, pohon natal, topi santa, lampu warna warni dan masih banyak lagi menjadi salah satu ciri kemeriahan perayaan natal. Bagi masyarakat yang belum memiliki aksesoris-aksesoris natal, mereka langsung menyerbu toko-toko yang menyediakan aksesoris saat natal.

Salah satunya yang diakui oleh Fonny, pedagang aksesoris natal yang sudah berjualan sejak tahun 1986. Menjelang hari natal ia katakan tokonya banyak diserbu oleh masyarakat untuk membeli aksesoris-aksesoris seperti pohon natal, lonceng dan lainnya.

"Ramai yang mencari aksesoris untuk natal, sepetri lonceng, bola-bola yang digantungkan di pohon natal, topi santa dan masih banyak lagi," ungkap Fonny kepada Tribun Jogja, saat ditemui di tokonya yang berada di Jalan Gandekan Yogyakarta, Rabu (23/12) siang.

Fonny menuturkan, aksesoris natal yang paling laris dibeli oleh masyarakat adalah pernak-penik kecil yang biasanya ditaruh di pohon natal. Pernak-pernik kecil itupun dijual dengan harga beragam, dari Rp 2.000 hingga Rp 40.000. Untuk pohon natal sendiri menurutnya tidak banyak pembeli, sebab kebanyakan masyarakat masih memiliki pohon natal yang tahun sebelumnya.

"Namun untuk tahun ini sedikit menurun. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, satu bulan sebelum natal ketika bulan November pasti sudah banyak yang beli. Tapi ini sudah hampir natal masih seperti ini. Mungkin karena ekonomi sedang melemah," kata Fonny.

Di hari biasa, Fonny hanya memjual bunga-bunga plastik. Namun saat momen-momen besar seperti natal, lebaran maupun valentine, Fonny baru menyesuaikan momen-momen tersebut.

"Kalau lebaran saya jual pernak-pernik lebaran. Valentine juga," tambahnya.

Wilson, salah satu pembeli yang berada di toko tersebut mengatakan, ia datang ke toko milik Fonny untuk mencari pernak-pernik yang akan Wilson taruh di pohon natal berukuran kecil di kamar kosnya. Beberapa pernak-pernik yang ia beli pada tahun sebelumnya ada yang sudah rusak dan hilang.

"Saya beli lampu, ya pokoknya hiasan untuk pohon natal saya. Saya berharap di natal tahun ini dan selanjutnya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved