Personel Band Death Vomit Belajar Banyak Hal Ketika Tur di Jepang
Selama lima hari band death metal veteran asal Yogyakarta, Death Vomit, menjalani proses tour dua kota di Jepang, yaitu Osaka dan Tokyo.
Tayang:
Penulis: abm | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Septiandri Mandariana
Death Vomit saat menjadi bintang tamu disebuah acara musik di Yogyakarta, Sabtu (19/12/2015) malam.
Mulai dari pakaian adat, tari-tarian, makanan, hari perayaan, bahasa dan masih banyak lagi. Jepang lebih bangga terhadap sesuatu yang diciptakan oleh bangsanya sendiri.
Namun, hal itu membuat para personil dari Death Vomit sedikit kesulitan saat melakukan proses tour di Jepang. Terutama saat berjalan-jalan dan mencari makanan untuk mereka santap.
Menurut mereka, kebanyakan warga Jepang tidak bisa berbicara dengan bahasa Inggris.
"Kebanyakan di sana kan makanannya berbahan baku daging babi. Kami nyari daging ayam. Kami tanya pakai bahasa Inggris, mereka menjawab dengan bahasa Jepang. Hingga akhirnya kami menunjukan gambar ayam, mereka baru mengerti," tutur Sofyan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/death-vommit_20151222_115714.jpg)