Gerap Gurita Rilis Album Baru

Sajian full album ke-3 mereka yang berjudul ‘Ela-elu’ ini dirilis bersama label sendiri bernama Godean Rocker Records.

Penulis: rap | Editor: oda
tribunjogja/riezkyandhikapradana
Gerap Gurita, band dengan genre yang berbasis pada punk rock. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky Andhika Pradana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gerap Gurita ialah band dengan genre yang berbasis pada punk rock. Kini, masih dengan gaya khas mereka yang memadukan unsur aneka ragam musik lainnya, band yang berasal dari Godean, Barat Yogyakarta ini kembali hadir dengan rilisan album baru.

Sajian full album ke-3 mereka yang berjudul ‘Ela-elu’ ini dirilis bersama label sendiri bernama Godean Rocker Records. Meski dengan proses yang cukup panjang, yakni dua tahun, album yang berisi 12 lagu akhirnya resmi dirilis.

Gerap Gurita ialah; Keke Ode Naomi (Saxophone, Vocal), Graha Wicaksana (Guitar, Vocal), Akrim Misuari (Accordion), Anom Rokhi (Vocal, Mandolin), Agung Purwantoro (Drum), Dandun Tejo (Bass), Dian Faqih (Fiddle), dan Indra Saptono (Tin Whistle, Bagpipes).

Masih seperti album sebelumnya, lirik lagu yang mereka suarakan bertema tentang hal yang dirangkum dari keseharian, mulai dari kebersamaan, ajakan semangat, pilihan dalam hidup, pasangan, dan sebagainya.

Namun ada beberapa track yang menarik perhatian, seperti lagu berjudul ‘Pagi Era’ yang menjadi single radio pertama. Lagu ini bisa dirikues di radio geronimo fm, atau bisa didengar gratis via Soundcloud.

Mereka juga mengcover lagu Jepang berjudul チンチンポンポン (Chin Chin Pon Pon). Lewat vocal sang peniup Saxophone, Keke menyanyikan lagu yang juga populer di Indonesia ini dengan penuh keriangan.

Dua lagu lainnya, berjudul ‘Jalan ini’ dan ‘Pengacara’ telah dirilis video klip nya, dan bisa disimak di Youtube.

Uniknya, pada lagu ‘Pengacara’, mereka memasukan kutipan Al Quran dari Surat An Nisa 135, ayat yang berisi tentang pentingnya keadilan ini dibacakan langsung oleh Akrim Misuari (Ainx).

Menurut Anom, vokalis dan juga pemain mandolin, penggunaan ayat pada lagu ini ialah hendak menjawab sebagian kalangan anak muda, bahkan musisi yang setelah mendalami Islam, kemudian beranggapan bahwa musik ialah suatu keharaman.

Kenapa album ini berjudul ‘Ela-elu’? Anom menjawab kalau istilah ‘Ela-elu’ itu berasal dari bahasa jawa, ‘melu-melu’ atau dalam bahasa Indonesia bermakna ‘ikut-ikutan’.

Judul ini juga menekankan keseluruhan musik yang beragam dalam album ini, dimana mereka mencampurkan rock, country, blues, rockabilly, dan sedikit keroncong.

“Bolehlah dianggap kalau kami comot sana-comot sini perihal musik di materi album ini,” kata Anom.

Pada album ‘Ela-elu’ ini Gerap Gurita kembali menegaskan kaidah Punk Rock yang mereka pegang, yakni ‘kebebasan’.

Lagu-lagu di dalamnya pun masih dengan chord 3 kunci, dengan 8 instrumen musik. Semua rekaman, mixed & mastered dilakukan di Yogyakarta, tepatnya di home recording rumahrekam.com.

Gerap Gurita terakhir merilis album di tahun 2013 lalu. Album berjudul ‘In The Name Of’ ini dirilis oleh label Rude Runner Records di Jepang.

Album EP mereka sebelumnya berjudul ‘Atas Nama’ telah menjadi ‘anthem’ anak-anak muda yang menggemari mereka.

Meski mereka berbasis pada punk rock, seiring waktu warna musik mereka pun semakin berkembang. Ada mengatakan musik mereka seperti musik tradisional Sumatera, Melayu, Celtic, Irish punk, hingga Polka, dan Paddybeat.

Silakan anda komentar sendiri setelah melihat penampilan ataupun mendengarkan album ‘Ela-elu’ ini. Album yang dirilis dalam format CD audio ini hanya dicetak sebanyak 200 keping.

Album ini bisa di dapat dengan memesan lewat akun sosial media Gerap Gurita, seperti Facebook: gerapgurita, Twitter: gerapgurita, Line: pemudatropis, atau e-mail: prmpkfm@gmail.com. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved