Yang Muda, Yang Jadi CEO

Perempuan yang baru berusia 24 tahun itu kini menjabat sebagai CEO (Chief Executif Officer) di Global Century Limited

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Kurniatul Hidayah
Novi Wahyuningsih 

TRIBUNJOGJA.COM - Merantau ke Kota Pendidikan menjadi pilihan gadis ini untuk bisa mendapatkan ilmu yang lebih baik.

Namun keterbatasan ekonomi keluarga saat itu, membuatnya hanya bisa menempuh pendidikan D3 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

Gadis tersebut bernama Novi Wahyuningsih. Sulitnya hidup di masa lalu tak membuatnya berhenti bermimpi dan tetap berjuang.

Usahanya tersebut berbuah manis. Novi yang sekarang menjadi sosok pimpinan yang disegani.

Perempuan yang baru berusia 24 tahun itu kini menjabat sebagai CEO (Chief Executif Officer) di Global Century Limited, perusahaan yang bergerak di media sosial dan game yang berbasis di Malaysia.

Tribun Jogja menemui Novi pada peresmian kantor Global Century Limited di Yogyakarta. Gadis berambut panjang tersebut sangat antusias ketika menceritakan tentang bisnis yangbia geluti saat ini.

"Saat ini perusahaan Global Century Limited telah hadir di tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan China. Masing-masing negara ada CEO masing-masing. Saya sebagai CEO di Indonesia," terangnya, Minggu (13/12).

Dara kelahiran Kebumen, 6 November 1991 tersebut menyebutkan jika kantor wilayah perusahaan tersebut sudah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Kantor tersebut ada di Aceh, Batam, Palembang, Manado, Pekanbaru, Bali, dan lain-lain. Novi sebagai seorang CEO, rela bolak-balik ketika kehadirannya benar-benar dibutuhkan.

Yogya sendiri dipilih berdasarkan pertimbangan banyaknya mahasiswa yang tinggal di Kota Gudeg ini.

Pertimbangan bahwa mahasiswa merupakan segmen pasar yang potensial untuk media sosial dan juga game, membuat Novi perlu mendirikan kantor wilayah di Yogyakarta.

"Selain itu juga Yogyakarta dekat dengan rumah saya di Kebumen. Jaraknya hanya dua jam, jadi dekat jangkauannya," imbuhnya.

Perusahaan Global Century Limited pada 28 November 2015 lalu telah meluncurkan MeoTalk dan game Monzter.

Bahkan, dari ide yang ia miliki sejak 2011 dan baru bisa digarap Januari 2015, ia mendapatkan reward saham dari Global Century Limited sebesar Rp2,6 miliar.

MeoTalk merupakan aplikasi media sosial yang bisa diunduh melalui Play Store di perangkat pintar.

Dengan aplikasi ini, pengguna bisa mengobrol melalui media sosial ini.

MeoTalk menjadi aplikasi chatting generasi baru dengan teknologi canggih untuk mengubah cara orang biasanya bertemu dan berkomunikasi dengan orang-orang baru.

"Setiap pengunduh aplikasi ini mendapatkan reward berupa G poin, yaitu uang virtual yang bisa digunakan untuk belanja di toko yang sudah menyediakan sarananya," jelas perempuan yang saat ini melanjutkan S2 di Bina Nusantara Jakarta.

Ia berharap, aplikasi media sosial dan game serta aplikasi lainnya bermanfaat bagi masyarakat. Ketika ada yang mengunduh aplikasi ini, otomatis dapat refund.

Saat bermain game, chatting, unggah status mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan uang dolar Amerika.

"Saat terkumpul 1 juta poin, dapat ditukar USD 100. Target saya ada 100 juta pengguna aplikasi ini dari Indonesia," ujarnya.

Novi menargetkan dalam tiga tahun ke depan, setalah lima aplikasi diluncurkan, akan ada satu miliar pengguna di seluruh Indonesia.

Saat peluncuran selama satu hari, sudah ada 4.000 orang yang mengunduh MeoTalk.

"MeoTalk juga membuka sekolah bisnis bernama Force System di setiap kantor wilayah di Indonesia. Kami mengajarkan dan juga mempersiapkan generasi muda bangsa untuk bisa siap berkompetisi dalam MEA," urainya.

Novi mengimbuhkan jika mimpinya untuk mendunia tidak pernah padam walaupun kesuksesan di usia muda telah diraihnya.

"Saya masih pingin mendunia, setidaknya di Asia dulu untuk saat ini," tutupnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved