Pameran Karya Mixed-Media Dua Seniman Yogya

Pameran ‘Osmosis’ yang berisi karya-karya mixed-media (art-surfboards and paintings) ini membawa ide segar dalam sudut pandang dan medium yang berbeda

Tayang:
Penulis: rap | Editor: oda
tribunjogja/riezkyandhikapradana
Gilang Nuari ialah perupa kelahiran Yogyakarta, 4 Januari 1989. Ia menempuh pendidikan seni rupa di UNY antara tahun 2006 hingga 2012. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky Andhika Pradana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua seniman asal Yogyakarta, Gilang Nuari dan Gilang Fradika, bersama seniman lainnya dari Bali, dan mancanegara menggelar pameran bersama.

Pameran bertajuk ‘Osmosis’ ini diadakan di TAKSU Bali, Jalan Petitenget, Seminyak, Bali, sejak Sabtu, (5/12/2015).

Pameran ‘Osmosis’ yang berisi karya-karya mixed-media (art-surfboards and paintings) ini membawa ide segar dalam sudut pandang dan medium yang berbeda.

Selain kedua seniman dari Yogyakarta tersebut, seniman lainnya yang berpartisipasi dalam pameran ini ialah; Andy Wauman (Belgia), Rich Pavel (Amerika), Budi Agung Kuswara, Ketut Moniarta (Bali), Luca Bressan (Italia), Irene Hoff (Belanda).

Para seniman tersebut mengambil sudut pandang individu mereka pada seni kontemporer di masyarakat modern saat ini, bahkan mereka juga mempertanyakan media itu sendiri.

Gilang Nuari ialah perupa kelahiran Yogyakarta, 4 Januari 1989. Ia menempuh pendidikan seni rupa di UNY antara tahun 2006 hingga 2012.

Gilang memiliki kecenderungan berkarya dengan media drawing. Tema-tema karya yang diangkatnya memiliki korelasi antara manusia, hewan, dan tumbuhan, Gilang juga terlibat di Komunitas Club Etsa, Layar Maya, jr. Youthcoop, dan Yayasan Kampung Halaman.

Karyanya ‘The Summer Island’ menceritakan penemuan suatu pulau baru yang hanya terlihat, dan bisa dikunjungi pada saat musim panas.

Pulau ini belum memiliki nama, tanpa penghuni, tanpa aturan, dan kemerdekaan untuk semua pengunjungnya. Pulau yang diinginkan kebanyakan orang untuk berlibur, terutama pada musim panas.

Sedangkan Gilang Fradika lebih memiliki kecenderungan karya-karya visual dua dimensional (mix media). Karya-karya seniman kelahiran Majenang, 10 Oktober 1988 ini berkisar tentang perilaku masyarakat sekitar.


Gilang Fradika dan karyanya. (tribunjogja/riezkyandhikapradana)

Gilang tinggal dan berkarya di Yogyakarta, ia menempuh pendidikan seni rupa UNY sejak 2006 hingga 2012. Saat ini ia terlibat di komunitas Club Etsa, dan Layar Maya.

Karyanya ‘The Survival’ sedikit banyak bercerita tentang orang-orang yang bertahan hidup dengan kerja keras, dibalik kemajuan zaman yang terus berkembang, dan selalu menghargai proses untuk mencapai cita dan tujuan.

Sedangkan karya ‘Too Many People Love The Skull’ berangkat dari fenomena sosial tentang pentingnya eksistensi yang dirayakan manusia.

Tubuh bagai dua sisi mata pisau menjadi ruang pengetahuan dan kebenaran yang maha luas, sekaligus menjadi kedangkalan ruang imaji yang menghamba eksistensi.

Pada karya ini ia mencitrakan diri sebagaimana pemenuhan hasrat, tetapi lupa pada hal-hal yang esensial. Pameran ‘Osmosis’ ini digelar hingga 5 Januari 2016 mendatang. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved