Kader PDIP Bantul Nyatakan Keprihatinan Hasil Pilkada
Kegagalan Sri Surya Widati-Misbakhul Munir, calon yang diusung PDIP mendapat tanggapan dari kader PDIP di tingkat bawah.
Penulis: apr | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kegagalan Sri Surya Widati-Misbakhul Munir, calon yang diusung PDIP dalam Pilkada Bantul 2015 dimana dalam berbagai hasil penghitungan kalah mendapat tanggapan dari kader PDIP di tingkat bawah.
Panut, mantan anggota DPRD Bantul yang juga mantan ketua PAC PDIP Pajangan mengaku prihatin dengan keadaan PDIP Bantul dan hasil pilkada kali ini, sehingga Dia mengharapkan adanya evaluasi menyeluruh tentang pilkada.
"Karena PDIP gagal memenangkan Bu Ida, mereka harus tanggungjawab kenapa bisa gagal, kalau bisa Ketua DPC dengan ikhlas mengundurkan diri," katanya pada Minggu (13/12/2015).
Bahkan Ia juga mengusulkan adanya pergantian pengurus dengan mengharap segera diselenggarakan konferensi cabang luar biasa (konfercablub) DPC PDIP Bantul.
Usulan tersebut menurutnya juga keluar agar dampak kekalahan kali ini tidak berlanjut hingga pileg tahun 2019. Selain itu, menurutnya kekalahan tiga calon yanG diusung oleh PDIP dalam pilkada di Sleman, Gunungkidul, dan Bantul diharapkan juga dijadikan bahan evaluasi oleh DPD PDIP DIY.
Keprihatinan juga disuarakan oleh Pengurus ranting PDIP Bantul yanG masih aktif yaitu Kadri.
Menurutnya perolehan suara Ida-Munir di Sedayu cukup besar karena bisa mengungguli Harsono-Halim dengan 5000 suara lebih, namun semuanya menjadi tidak berguna saat kader PDIP pecah dan membuat perolehan suara Ida-Munir secara total kalah.
"Secara kelembagaan partai saya siap mempertanggungjawabkan, saya siap undur diri karena kita juga gagal mengangkat Bu Ida sebagai Bupati Bantul, kalau di akar rumput berani mundur harapan saya ketua DPC juga harus legowo mundur dari DPC PDIP Bantul," ungkapnya.
Mantan Ketua PAC Pandak, Naryo Tri Widodo mengungkapkan sebenarnya pada penjaringan calon bupati Bantul untuk Pilkada 2015, nama Suharsono juga sempat muncul dan didukung oleh 14 PAC, lebih banyak dari yang didapat Ida Samawi.
Namun yang dicalonkan justru Ida, sementara Suharsono yang disingkirkan kini justru memenangkan pertarungan.
"Arus bawah inginkan ini (Suharsono), kenyataannya yang dicalonkan beda," katanya.
Ketua DPC PDIP Bantul Aryunadi hingga saat ini ponselnya tidak bisa dihubungi untuk dimintai tanggapan.
Sedangkan Sekretaris DPC PDIP Bantul, Kusbowo Prasetyo mengungkapkan DPC PDIP Bantul siap bertanggungjawab penuh atas hasil Pilkada nantinya, termasuk jika hasil memastikan kekalahan Ida-Munir.
"Saya tidak masalah mundur atau tidak menjadi pengurus partai lagi," ujarnya.
Kusbowo juga balik mempertanyakan apakah oknum yang mengaku kader PDIP sudah menjalankan instruksi partai untuk memenangkan Ida-Munir di Bantul, sehingga mereka bisa menuntut mundur pengurus DPC PDIP.
Ia khawatir, kader yang menuntut mundur tersebut justru mereka yang malah mendukung pasangan lawan.
"Kalau memang kader, mari kembali ke jalan yang benar," paparnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/debat-bantul-2_20151205_111245.jpg)