Pengolahan Sampah di SMA Marsudiri Muntilan Juarai KIR Tingkat Jawa, Bali, dan Sumatera

Mereka justru meneliti dan mengolahnya sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi masayarakat.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Tim KIR SMA Marsudirini Muntilan menjadi juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Jawa, Bali, Sumatera yang diselenggarakan oleh Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 30-31 Oktober lalu. Mereka memanfaatkan sampah organik dan larva lalat untuk penelitiannya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Lalat dan sampah yang kerap dipandang sebagai sesuatu yang kotor menjadi berkah tersendiri bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Marsudirini Muntilan.

Mereka justru meneliti dan mengolahnya sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi masayarakat.

Para siswa yang tergabung dalam Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) itu kemudian memanfaatkan sampah organik yang berada di sekitar sekolah menjadi objek penelitian yang menarik.

Dari sampah organik tersebut, para siswa mampu menetaskan telur lalat jenis BSF yang memproduksi maggot atau larva.

Kemudian, hasil dari maggot tersebut, mereka kreasikan untuk menjadi bahan makanan bagi ikan jenis lele, bawal, dan gurami.

Teknologi sederhana dan tepat guna ini, cukup menarik dan membantu masyarakat untuk memanfaatkan hal-hal remeh di lingkungan mereka.

Atas prestasi ini, tim KIR SMA Marsudirini Muntilan didaulat menjadi juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Jawa, Bali, Sumatera yang diselenggarakan oleh Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 30-31 Oktober lalu.

Terakhir, mereka juga meraih juara harapan 1 Lomba LKTI Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga Surabaya, tanggal 6-7 November kemarin.

Selain itu, melalui penelitian tersebut, mereka juga meraih berbagai kejuaraan. Meliputi, juara harapan 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Nasional untuk SMA/SMK/MA Tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang Juni 2015 kemarin.

Kemudian, juara 3 Lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat SMA/SMK/MA Se- Jateng dan DIY yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang, 24 Oktober 2015.

“Kami cukup mendukung langkah para siswa untuk berkreasi dengan sampah organik yang mereka dapatkan dari lingkugan sekitar. Mereka mampu menetaskan telur lalat BSF dan memproduksi maggot atau larva dari lalat BSF tersebut, dan mengolahnya menjadi pakan ikan,” kata Ignatia Rini Purwati, salah satu guru pendamping KIR SMA Marsudirini, Selasa (8/12/2015).

Dia menyebut, selain maggot, hasil pengolahan sampah itu, kompos. Kompos tersebut juga bermanfaat bagi rumah tangga atau petani untuk menyuburkan tanaman hias, pangan, maupun tanaman obat-obatan.

“Untuk pembuatan dan pengolahan sampah berkisar satu bulan,” jelasnya.

P Mawarti, guru pendamping KIR SMA Marsudirini menambahkan, maggot yang dihasilkan berkisar 20-30 persen dari total sampah organik yang digunakan. Untuk saat ini, maggot sudah diuji cobakan sebagai pakan ikan antara lain seperti lele, bawal, nila, gurami dan arwana.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved