Bawaslu DIY Petakan Potensi Kecurangan dalam Pilkada

Dalam masa tenang, Badang Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY memetakan potensi pelanggaran di tiga kabupaten yang melaksanakan Pilkada

Penulis: mrf | Editor: Ikrob Didik Irawan
tribunjogja/fauziarakhman
grafis pilkada serentak 2015 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam masa tenang, Badang Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY memetakan potensi pelanggaran di tiga kabupaten yang melaksanakan Pilkada.

Pun untuk mengantisipasi hal tersebut, Bawaslu DIY menurunkan ratusan relawannya.

Komisioner Bawaslu DIY, Sri Rahayu Werdiningsih SH menuturkan, ada empat potensi pelanggaran saat masa tenang dalam Pilkada di DIY.

Diantaranya money politic berbentuk serangan fajar atau transaksi politik lainnya, kampanye terselubung, black campaign atau kampanye yang menjatuhkan Pasangan Calon (Paslon) lain dan intimidasi pemilih.

“Untuk intimidasi pemilih sendiri biasanya terjadi di wilayah yang diklaim sebagai basis masa calon tertentu atau Parpol tertentu,” jelas Sri saat ditemui di Bawaslu DIY, Senin (7/12/2015).

Selain itu, lanjut Sri, pihaknya juga memetakan kecurangan saat pemungutan hingga penghitungan suara.

Untuk pemungutan sendiri, kecurangannya berbentuk jasa pendampingan yang mengarahkan pemilih difabel untuk memilih Paslon tertentu seperti di Kulonprogo, memilih lebih dari sekali, sabotase surat suara hingga mobilisasi pemilih seperti di Gunungkidul.

“Di Gunungkidul kan jarak antara TPS dengan rumah warga agak jauh, di Pilkada nanti panitia menyiapkan bus. Nah biasanya di waktu seperti itu terjadi mobilisasi pemilih,” ucap alumni FH UII ini.

Sementara potensi pelanggaran saat penghitungan suara, lanjut dia terjadi dengan berbagai modus.

Diantaranya seperti pengawasan penghitungan suara tidak mudah disaksikan oleh warga, penandatanganan berita acara terlebih dulu padahal penghitungan belum selesai hingga revisi terhadap kesalahan tidak dilakukan sebagaimana-mestinya.

Untuk mengatasi itu, Ketua Bawaslu DIY, Muhammad Najib mengaku telah menyiagakan ratusan relawan pengawas pemilihan.

Dengan rincian, 316 relawan Bawaslu DIY dan 371 relawan Panwaskab menjaga di Bantul. Sementara di Sleman diawasi oleh 149 relawan Bawaslu DIY dan 418 relawan Panwaskab.

“Untuk Gunungkidul yang terendah. Akan diawasi 45 relawan Bawaslu dan 196 relawan Panwaskab. Artinya di Sleman terdapat 567 relawan, Bantul 687 relawan dan Gunungkidul 241 relawan,” imbuh dia.

Nantinya, menurut Najib, relawan tersebut akan dikerahkan ke 935 TPS yang dianggap rawan terjadi kecurangan. Dengan rincian di Gunungkidul sebanyak 447 TPS, Bantul sebanyak 302 TPS dan Sleman sebanyak 186 TPS.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap, masa tenang dalam Pilkada di tiga kabupaten di daerahnya tidak menimbulkan gejolak yang dapat menyebabkan gesekan di masyarakat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved