Aplikasi 'Pitung' Karya Mahasiswa FT UGM Ini Beri Solusi untuk Kenyamanan Transportasi dalam Kampus

Misi mereka adalah membawa transportasi sepeda kampus untuk keluar kawasan tersebut sejauh 1,5 Km.

Tayang:
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Perwakilan anggota kelompok yang menciptakan aplikasi Pitung saat berada di depan posternya sembari menunjukkan purwarupa aplikasi Pitung di smartphone, Senin (7/12/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menurut Masterplan 2005-2015, UGM memiliki visi misi menuju kampus Educopolis pada tahun 2050.

Targetnya nanti, pengguna jalan di UGM memiliki komposisi 20 persen pejalan kaki, 30 persen pengguna sepeda, 20 persen pengguna transportasi umum, dan 10 persen pengguna kendaraan.

Namun nyatanya, menurut kuisioner penelitian tahun 2015, menyebutkan jika pengguna kendaraan pribadi masih tinggi, yakni 74 persen.

Menyikapi hal tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik, UGM menampilkan beragam solusi melalui pameran poster, Senin (8/12/2015).

Hampir semuanya menampilkan judul poster yang panjang dan mendeskripsikan isi poster dengan jelas. Namun ada satu poster yang berbeda, di bagian paling atas, hanya tertulis Pitung.

Penjelasan yang hanya satu kata tersebut membuat Tribun Jogja tertarik untuk mendekat dan mencari informasi lebih detail.

Tak lama kemudian, anggota kelompok pembuat poster mendekat dan membeberkan jika Pitung adalah nama sebuah aplikasi.

Pitung adalah singkatan dari 'Pit Untung' atau sepeda yang menguntungkan. Anggota kelompok penbuat Pitung terdiri dari Muhammad Fikruddin, Prayoga Dharma, Reza Wishnu Satrya, Muhammad Ramadhan, Farda Jalila, Ulul Ilmi Bilqisti, Elizabeth Shinta, Ni Putu Aprita Rahayu, dan Kristiani Putri Natalia.

Ketua kelompok, Prayoga Dharma memaparkan jika misi mereka adalah membawa transportasi sepeda kampus untuk keluar kawasan tersebut sejauh 1,5 Km.

Pria yang akrab disapa Yoga tersebut menjelaskan jika sepeda kampus efektif jika digunakan sebagai alat transportasi dari kost ke UGM.

"Di tempat kami (Fakultas Teknik, red) jarang ada perkuliahan yang diadakan di Fakultas lain. Maka kurang efektif rasanya jika sepeda kampus hanya digunakan di dalam area kampus. Maka, kami menawarkan sepeda kampus bisa digunakan hingga ke luar," tuturnya.

Rencana yang terpampang dalam solusi transportasi tersebut menempatkan shelter sepeda berada di sisi terluar kampus.

Mulai dari Ringroad Utara, Jalan Magelang, Jalan Jend Sudirman, dan juga Jalan Gejayan. Mereka akan bekerjasama dengan kedai atau minimarket yang beroperasi selama 24 jam untuk menjaga keamanannya.

"Jadi kami akan mengajak pemilik sepeda untuk join dengan kami. Baik pemilik sepeda maupun penyewa nantinya mengunduh aplikasi ini untuk bisa menggunakan sepeda," jelas Yoga.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved