Perajin Terpaksa Oplos Pasir

Sulitnya mendapatkan bahan baku yang berkualitas, membuat perajin pasir semen di Dusun Bantulan, Sidoarum, Godean memutar otak.

Penulis: ang | Editor: oda
Tribun Jogja/Angga Purnama
Seorang perajin pasir semen sedang mencetak loster atau lubang angin-angin di Bantulan, Sidoarum, Godean, Rabu (2/12). Perajin pasir semen kesulitan dapatkan bahan baku berkualitas 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sulitnya mendapatkan bahan baku yang berkualitas, membuat perajin pasir semen di Dusun Bantulan, Sidoarum, Godean memutar otak.

Sebagian memilih untuk mencampur bahan baku pasir yang ada agar kualitas produk yang dihasilkan tidak terlalu anjlok.

Hal tersebut dilakukan lantaran bahan baku pasir yang didapat telah tercampur tanah. Kualitas tersebut membuat produk jadi yang berupa batako, loster atau lubang angin, dan beberapa lainnya mudah pecah karena daya rekat pasir kurang memenuhi standar.

Seorang pekerja di Sentra Industri Pasir Semen Bantulan, Heri mengatakan untuk mempertahankan kualitas produk, pasir dengan kualitas rendah dioplos atau dicampur dengan pasir kualitas bagus.

Adapun pasir yang cocok digunakan untuk bahan pembuatan produk pasir semen antara lain memiliki ciri khas tekstur halus namun masih terdapat kristal pasirnya dengan warna kebiruan.

"Dengan demikian, saat dipres (cetak) bisa merekat. Jadi lebih padat," ujarnya, Senin (7/12/2015).

Seorang perajin, Yudi (29), mengatakan saat ini perajin hanya bisa mendapatkan bahan baku pasir dengan kualitas yang tidak terlalu baik dan berwarna kekuningan.

Padahal, dengan kualitas bahan baku yang seadanya itu membuat produk yang dihasilkan kurang mumpuni.

"Mudah hancur dan kurang merekat. Perbandingannya, jika menggunakan pasir yang bagus, dari 10 produk hanya 1 yang pecah, itupun karena kurang kering. Tapi dengan pasir sekarang, bisa 5 buah yang hancur karena tidak bisa merekat," katanya.

Selengkapnya simak di halaman 5 Tribun Jogja edisi Selasa (8/12/2015). (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved