Ibu Rumah Tangga di DIY Rentan Terkena HIV/AIDS Ketimbang PSK

Persentase ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS lebih tinggi ketimbang Pekerja Seks Komersial (PSK).

Penulis: mrf | Editor: oda
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, M. Resya Firmansyah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menurut data dari Dinas Kesehatan DIY, persentase ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS lebih tinggi ketimbang Pekerja Seks Komersial (PSK).

Fenomena ini pun tak hanya terjadi di DIY, melainkan juga di sejumlah daerah di Indonesia.

Data tersebut menyebut, PSK di DIY yang mengidap HIV sejak 1993 hingga September 2015 mencapai 89 perempuan. Sementara dari jumlah tersebut yang hingga memasuki fase AIDS mencapai 18 perempuan.

Untuk perempuan yang sebagian merupakan ibu rumah tangga, bekerja sebagai wiraswasta, tak diketahui dan lain lain pada 1993 hingga September 2015, pengidap HIV-nya mencapai 337 perempuan.

Dengan rincian, perempuan berpekerjaan wiraswasta sebanyak 94 perempuan, lain-lain sebanyak 135 perempuan, dan tak diketahui sebanyak 108 perempuan. Pun dari 337 perempuan tersebut, 113 diantaranya sampai pada fase AIDS.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DIY, Drs A Riswanto MSi mengatakan, mayoritas ibu rumah tangga tertular HIV/AIDS dari suaminya. Baik dari suami yang tertular AIDS dari selingkuhan atau saat sedang jajan, maupun dari jarum suntik saat memakai narkotika.

“Padahal jika sang Ibu terkena HIV/AIDS, maka anaknya juga rentan juga tertular. Ini juga harus menjadi perhatian suami untuk tidak menggunakan narkoba maupun berganti pasangan,” ucap Riswanto kepada Tribun Jogja, Selasa (1/12/2015).

Dia menyebut, sejak 1993 hingga September 2015, pengidap HIV berusia kurang dari 1 tahun sebanyak 24 orang. Pun yang berusia 1 hingga 4 tahun sejumlah 54 orang.

Sementara dari range umur tersebut yang hingga pada fase AIDS sebanyak 29 orang.

Lebih jauh dia mengatakan, pengidap HIV di DIY paling banyak tertularkan saat hubungan lain jenis sebanyak 1.889 orang. Sementara penyebab terendah yakni saat tranfusi darah dengan 17 kasus.

Riswanto pun mengungkapkan, KPA DIY yang anggotanya berasal dari LSM dan SKPD, meminta anggotanya untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing.

“Misal BKKBN, kami minta melakukan upaya itu sesuai Tupoksinya. Mereka kan targetnya orang tua maupun remaja. Kalau Dinas Pendidikan, mereka juga melakukan upaya sesuai dengan tugasnya untuk pelajar. Kami koordinasikan semua,” jelas dia.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) DIY, Sigit Haryanta mengatakan, pihaknya juga melakukan upaya pencegahan maupun penanggulangan HIV/AIDS kepada para pelaku transportasi, utamanya supir kendaraan umum.

Seperti diketahui menurut data dari Dinas Kesehatan DIY, pengidap HIV dari kalangan supir sejak 1998 hingga September 2015 mencapai 70 orang.

Menurut Sigit, hal tersebut dimungkinkan karena para supir jarang pulang ke rumah, sehingga mereka rentan “jajan” di perjalanan.

”Makanya sekarang ini (1/12/2015), kami mengadakan cek up dan memberi pemahaman agar terhindar dari HIV AIDS. Nanti ada himbauan juga untuk pelaku transportasi agar dapat terhindar juga,” tukas Sigit. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved