UIN Sunan Kalijaga Mewisuda 888 Sarjana

Sejauh ini UIN Sunan Kalijaga telah berupaya keras menumbuhkan budaya entrepreneurship bagi semua mahasiswa.

Penulis: baskoro | Editor: baskoro

          YOGYA, TRIBUN - Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Machasin, MA., mengingatkan, lulus sarjana bukanlah tujuan, melainkan langkah awal untuk meraih tujuan. Ada banyak tujuan yang harus ditetapkan dengan mantap oleh semua lulusan sarjana mencari peluang kerja, peluang beasiswa studi lanjut, meningkatkan kompetensi dengan megambil program profesi, dan bisa juga mengembangkan usaha produktif (interpreneurship).
         Hal tersebut disampaikan Prof. Machasin selesai mewisuda sejumlah 318 orang sarjana, bertempat di Gedung Multipurpose kampus UIN Sunan Kalijaga, Jumat (27/11). Wisuda Sarjana Periode I tahun akademik 2015/2016 UIN Sunan Kalijaga kali ini dilaksanakan 2 kali, yakni, Hari Jum'at, 27 November 2015 dengan jumlah wisudawan 318 orang dan Sabtu, 28 November 2015, dengan jumlah wisudawan 570 orang. Seluruhnya berjumlah 888 orang.
        Jumlah tersebut terdiri dari : 1 orang lulus D3, 775 orang lulus Sarjana (S1), 100 orang lulus Magister (S2), 12 orang lulus Doktor (S3). Sampai dengan wisuda kali ini berarti jumlah lulusan UIN Sunan Kalijaga adalah 49.154 orang, 475 orang diantaranya bergelar Doktor, dan 3.555 orang bergelar Magister. Sementara dari jumlah 318 yang diwisuda, 4 orang diantaranya berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik dan tercepat, yakni: Abdul Basid Fuadi dari Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Syari'ah dan Hukum, dengan IPK 3,80, Muhammad Dluha Luthfillah dari Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, dengan IPK 3,80, Aswi Malik Sholikhan dari Prodi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, dengan IPK 3,76, Sriwiyanti dari Prodi Psikologi, Fakultas Sosial dan Humaniora, dengan IPK 3,73.
Sementara itu, terkait dengan indeks prestasi wisudawan, 61,16% wisudawan lulus dengan IPK antara 3,00-3,50, dengan predikat sangat memuaskan, 30,45% wisudawan lulus dengan IPK antara 3,51-4.00, dengan predikat cumlaude dan hanya 8,39% yang mendapat IPK 2,50-2,99 (memuaskan).
           Sejauh ini UIN Sunan Kalijaga telah berupaya keras menumbuhkan budaya entrepreneurship bagi semua mahasiswa melalui berbagai event pameran produk, training kewirausahaan, dan program magang di berbagai dunia usaha. Upaya keras kampus UIN Sunan Kalijaga dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi semua mahasiswa dimaksudkan agar lulusan UIN Sunan Kalijaga tidak memiliki ketergantungan pada dunia kerja formal di pemerintahan maupun swasta. Tetapi diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru di bidang interpreneurship, menciptakan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap banyak tenaga kerja di lingkungannya.
           Prof Machasin menyampaikan, era pasar bebas Asia Tenggara dengan sebutan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan dimuali awal 2016. Di era itu arus perdagangan barang, jasa dan pasar kerja profesional terbuka bebas. Data dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan permintaan tenaga kerja profesional naik 41%, permintaan tenaga kerja klas menengah naik 22% dan permintaan tenaga kerja level rendah naik 24%. "Peluang ini harus ditangkap lulusan perguruan tinggi dengan meningkatkan skill pendukung seperti penguasaan bahasa asing, keahlian TI dan ketrampilan komunikasi," katanya.
         Dan semua itu telah dibekalkan kepada seluruh lulusan UIN Sunan Kalijaga melalui pelatihan bahasa Arab dan Bahasa Inggris di Pusat Bahasa, serta pelatihan aplikasi komputer dan pelatihan teknologi informasi dan komunikasi di Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD).
         UIN Sunan Kalijaga juga mengupayakan semaksimal mungkin berbagai jalur beasiswa, agar mahasiswa bisa menyelesaikan studinya dengan baik. Sepanjang tahun 2015 ini setidaknya 3.773 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga bisa mendapatkan beasiswa dari berbagai sumber dan sponsor, yakni Beasiswa Bidikmisi, Supersemar, Supersemar Unggulan, Baznas, Dikpora DIY, BNI, PT. Djarum, Beasiswa Miskin, Beasiswa Hafizh Qur'an, BPD DIY, Bank Syari'ah Mandiri, LIBIA, dan Bank Indonesia. "Dengan bekal tersebut, ditambah pengalaman di dunia organisasi mahasiswa baik intra maupun ekstrakurikuler, kami yakin lulusan UIN Sunan Kalijaga tidak akan kalah berkompetisi dalam dunia kerja profesional di dalam dan di luar negeri," katanya. (bm)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved