Sudah 18 Tahun Klaten Tak Sabet Adipura

Lepasnya gelar Adipura disebabkan karena pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang belum beres.

Penulis: pdg | Editor: Ikrob Didik Irawan
jabar.tribunnews.com
Ilustrasi: Sampah 

Laporan Reporter Tribun Jogja Padhang Pranoto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kabupaten Klaten kembali harus berpuasa gelar sebagai wilayah yang pengelolaan lingkungannya dinilai baik. Hal itu diindikasikan, dengan lepasnya penghargaan Adipura selama 18 tahun.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Klaten mengatakan, lepasnya gelar Adipura disebabkan karena pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang belum beres.

"Masalahnya TPA, fasilitas tersebut saja kita belum punya," ujarnya kepada pewarta Kamis (26/11/2015).

Menurutnya, terakhir kali pemkab Klaten menggenggam Piala Adipura pada tahun 1997. Bila dihitung, maka kabupaten ini sudah 18 tahun berpuasa gelar.

Ia mengingatkan, sampah dan perilaku warga yang belum sadar akan pengelolaannya menjadi penyebab kegagalan pemkab dalam meraih titel itu.

Selain ketersediaan TPA, ia juga menyoroti kebersihan pasar.

"Begitu 2017 kita memiliki TPA, mudah-mudahan bisa raih adipura, ya minta doanya saja," katanya sambil berlalu.

Adapun, Klaten kini sedang mencari solusi guna pengolahan sampah. Hal itu karena, TPA Jomboran dengan luas 8600 meter persegi ditutup karena sudah overload.

Sedangkan TPA Joho dengan luas 7000 meter persegi tampungannya terbatas, hingga pertengahan tahun depan.

Sembari menunggu pembangunan TPA Troketon-Pedan, pemkab mempersiapkan sebuah lahan di Gemampir-Karangnongko.

Catatan DPU ESDM Klaten, total volume sampah perhari mencapai 1.198.948 meter kubik, dengan sampah terangkut hanya 175.744 meter kubik dan menyisakan 1.023.24 meter kubik. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved