Calon Penerbang Dilatih untuk dapat Bertahan Hidup di Daerah Musuh
Sebanyak 72 calon penerbang dari siswa Sekolah Penerbangan (Sekbang) Lanud Adisutjipto akan melaksanakan latihan survival.
Penulis: Santo Ari | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 72 calon penerbang dari siswa Sekolah Penerbangan (Sekbang) Lanud Adisutjipto akan melaksanakan latihan survival atau bertahan hidup di alam.
Adapun calon penerbang tersebut terbagi dari dua angkatan yakni angkatan 91 yang berjumlah 50 orang dan angkatan 92 yang berjumlah 22 orang.
Latihan survival sendiri akan dilaksanakan mulai 24 November hingga 27 Nopember 2015 di Waduk Sempor Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Beberapa hari menjelang pemberangkatan ke lokasi latihan, pihak Lanud akan melaksanakan Pra survival diJAZ Aero Wisata, Skadik 104 dan sekitar jalan Wonosari.
Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Imran Baidirus saat upacara pelepasan kontingan di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto memaparkan bahwa latihan semacam ini merupakan kegiatan wajib dan sesuai dengan program pendidikan yang telah ditetapkan melalui kurikulum yang sudah baku.
Oleh karena itu, kegiatan ini wajib diikuti oleh setiap siswa Sekolah Penerbang.
Ia beraparah agar setiap awak pesawat terbang dapat memahami situasi dan kondisi ketika pesawat mereka mengalami kecelakaan dan harus jatuh di daerah musuh saat operasi militer.
"Dengan latihan survival ini para calon penerbang diajarkan bagaimana cara agar mereka dapat selamat dan keluar dari daerah musuh untuk mencari bantuan," ujarnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/latihan-survival_20151117_184458.jpg)