Breaking News:

Serangan Berdarah di Paris

Seorang Teroris Ternyata Warga Perancis

Dikutip dari berbagai sumber, dua pelaku tersebut adalah Ismael Omar Mostefai dan Abbdulakbak B.

REUTERS via DAILY MAIL
Warga yang dievakuasi dari Gedung Teater Bataclan, setelah serangan berdarah yang terjadi pada Jumat (14/11/2015) malam waktu setempat 

TRIBUNJOGJA.COM, PARIS - Dua dari delapan pelaku serangan teror di Paris pada Jumat (13/11/2015) dikabarkan telah diidentifikasi, dimana seorang di antaranya adalah warga Perancis.

Dikutip dari berbagai sumber, dua pelaku tersebut adalah Ismael Omar Mostefai dan Abbdulakbak B.

Menurut Le Monde, Ismael adalah seorang warga Prancis berusia 30 tahun yang tinggal di Courcouronnes, keturunan Algeria, dan sudah berkeluarga.

Ismael juga dikatakan terdaftar sebagai orang yang pernah teradikalisasi, dimana tercatat pria tersebut pada 2013 - 2014 sempat melakukan perjalanan ke Suriah.

Menurut informasi yang didapat, ia juga memiliki seorang ayah dan saudara laki-laki yang juga terdaftar sebagai warga Prancis.

Kini keduanya ditahan oleh otoritas Perancis untuk dimintai keterangan.

Ismael merupakan satu dari sejumlah teroris yang meledakkan dirinya usai melakukan serangan di gedung teater Le Bataclan.

Ia diidentifikasi berdasarkan sidik jari yang diperoleh dari potongan jari yang didapat dari sisa-sisa jenazahnya.

Sedangkan, dikutip dari La Pause Info, Abbdulakbak diketahui sebagai seorang warga Suriah berusia 25 tahun, yang pindah ke Paris mengikuti rombongan imigran Suriah yang mengungsi ke Eropa melalui Lesbos, Yunani.

AP melaporkan bahwa kedelapan pelaku serangan telah tewas, tujuh di antaranya meledakkan dirinya sendiri.

Secara keseluruhan, Los Angeles Times mengatakan para pelaku diketahui adalah pria, masih muda, dan cukup ahli atau sudah terlatih untuk melakukan serangan itu. (Le Monde/International Business Times)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved