Kisah Remaja 20 Tahun Rintis Usaha Ojek Online Asli Yogya
Rio memberlakukan sistem bagi hasil, yaitu 20% untuk Bang Jek selaku pihak pencari penumpang, dan 80% untuk driver yang mengantar penumpang,
Penulis: abm | Editor: Iwan Al Khasni
Manusia pasti memiliki keterbatasannya masing-masing. Namun batasan itu tidak bisa dijadikan sebuah alasan seseorang untuk melakukan sebuah hal hebat untuk dirinya. Rio yang ketika itu masih berusia 14 tahun memutuskan untuk merantau ke tanah Jawa, agar mendapatkan keluasan di tengah keterbatasannya seperti yang dikatakan oleh orang.
DIA hidup sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya di perantauan. Bukan hal yang mudah untuk seorang remaja yang ketika itu benar-benar hidup sendiri tanpa ada saudara. Sebetulnya, hal itupun sudah dirasakan remaja bernama lengkap Rio Stefano yang lahir di Palembang 5 November 1995 sejak masih berusia 5 bulan.
"Ayah dan Ibu saya bercerai. Sejak itu, saya diurus oleh Nenek yang sudah tua hingga lulus SMP. Saya tidak meneruskan ke jenjang SMA karena tidak ada biaya. Saya pun langsung memutuskan untuk merantau ke tanah Jawa," kata remaja yang kini melanjutkan sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Prambanan.
Banten dan Jakarta, merupakan daerah yang sempat ia sambangi untuk mencari nafkah diusianya yang masih belia untuk bekerja serabutan.
Menjadi Office Boy, kuli bangunan pun sempat ia kerjakan. Namun, sejak tiga tahun lalu remaja yang kini berusia 20 tahun ini memutuskan pindah ke Yogyakarta.
Tidak sekolah bukan berarti ia berhenti belajar. Rio di tengah kesibukannya bekerja serabutan terus mengasah kemampuannya dalam berpikir. Hingga pada akhirnya ia pun mendapatkan kesempatan untuk sekolah dengan mendapat bantuan dari seorang dermawan.
"Pendidikan itu penting dan nomor satu untuk saya pribadi. Saya pun berpikir untuk membuat sesuatu yang bisa menghasilkan uang juga dengan melihat fenomena yang sedang digandrungi, yaitu ojek online," kata remaja yang sudah merintis usaha barunya dengan mendirikan "Bang Jek", sebuah layanan ojek online untuk masyarakat Yogyakarta yang baru berdiri sejak 20 Agustus 2015 kemarin.
Awalnya Rio tidak berharap banyak untuk layanan ojek miliknya ini. Tak disangka, ide yang ia adopsi dari fenomena yang sedang banyak digandrungi di Indonesia ini mendapatkan apresiasi yang besar dari masyarakat Yogyakarta.
Hari demi hari pesanan ojek online miliknya itu semakin banyak diminati oleh masyarakat Yogyakarta. Mengapa? Karena Bang Jek salah satunya memberikan kenyamanan untuk para penumpang wanita.
"Kalau cewe, drivernya cewe. Kalau cowo ya cowo. Saya ingin meminimalisir kekhawatiran masyarakat ketika naik ojek. Setidaknya ketika penumpang cewe naik ojek yang drivernya cewe, kekhawatiran itu bisa hilang. Walaupun ya mau bagaimanapun kejahatan tidak melihat jenis kelamin. Kebanyakan penumpang Bang Jek hingga saat ini cewe," papar Rio.
Mendirikan ojek online di tengah masyarakat pun bukan hal yang mudah baginya. Seperti di antaranya yang terjadi di Jakarta dan Bandung, para ojek pangkalan yang sudah lama berada di tengah masyarakat mengecam tentang adanya layanan ojek online. Namun, Rio memiliki solusi dengan mengajak para "abang ojek pangkalan" untuk bergabung di Bang Jek sekaligus memberikan mereka pelatihan.
Rio memberlakukan sistem bagi hasil, yaitu 20% untuk Bang Jek selaku pihak pencari penumpang, dan 80% untuk driver yang mengantar penumpang, yang tarifnya sendiri dihitung perkilometer. Untuk driver wanita perkilometernya memasang harga kepada penumpang sebesar Rp 3.000, dan untuk driver pria Rp 2.000 perkilometer.
"Kilometer sendiri bisa dilihat dari google maps untuk penentuan tarif. Hingga saat ini pemesanan baru bisa diakses di laman Facebook kami di Bang-Jek Indonesia. Namun nanti per 1 Desember 2015, aplikasi kami bisa diakses di handphone android dengan mengunduhnya di play store," jelas Rio.
Aplikasi itu sendiri Rio sebutkan bekerjasama dengan salah satu pihak pengembang dari Yogyakarta. Jadi, para calon penumpang bisa memesan Bang Jek melalui aplikasi tersebut, dan driver langsung bisa mengantar penumpang ke tempat tujuan.
"Saat ini driver kami masih 29 orang. Namun saya sedang membuka lowongan untuk 50 orang. Hingga sekarang sudah lebih dari 120 orang yang mendaftar dari berbagai kalangan, dari pekerja kantoran, mahasiswa, lullusan S1 dan masih banyak lagi," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/peringtis-bang-jek_20151114_194016.jpg)