BPBD Imbau Kecamatan Waspada Pancaroba

BPBD Klaten mengimbau Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) untuk waspada terhadap ancaman bencana.

Penulis: pdg | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Hari Susmayanti
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Padhang Pranoto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mengimbau Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) untuk waspada terhadap ancaman bencana.

Hal itu mengingat musim pancaroba yang berpotensi menimbulkan angin ribut, banjir hingga longsor.

"Kewaspadaan tidak hanya diperlukan ditingkat kecamatan, desa, rukun tetangga hingga keluarga kecil pun perlu membangun kewaspadaan," ujar Pelaksana tugas (plt) Kepala BPBD Klaten Bambang Sujarwa, Jumat (13/11/2015) seusai rapat koordinasi penaggulangan bencana, di KPRI Kerta Raharja.

Menurutnya kewaspadaan dan kekompakan aparat wilayah penting terkait penanggulangan bencana.

Selain itu, komunikasi dan koordinasi penting, karena luasnya kabupaten dengan 26 provinsi tersebut.

"Maka kita sarankan kepada pak camat dan bu camat, mengawasi sendiri. Jika hanya pohon kecil yang tumbang, bisa lah menggerakan masyarakat di RT maupun RW setempat, tidak perlu BPBD turun. Kecuali memang ada hal yang mendesak dan memang membutuhkan bantuan kami," kata dia.

Bambang berujar, selain karena keterbatasan personel ia menyatakan pada tahun depan anggaran BPBD juga dipangkas.

Dari Rp5 miliar anggaran bagi badan tersebut di tahun ini, pada 2016 hanya direncanakan mendapat Rp1,75 miliar.

Disamping hal itu, untuk anggaran Dana Siap Pakai (DSP) juga melorot hanya menjadi Rp60 juta. Bambang mengatakan, pada tahun berjalan untuk dana tersebut pihaknya diberikan Rp500 juta.

"Untuk DSP dananya dipatok hanya dapat Rp 60 juta, namun nantinya kami sudah meminta untuk diberi dana yang agak besar, sebab untuk kebutuhan masyarakat itu mendadak dan banyak keperluannya. Kami sudah usahakan ke tim anggaran untuk itu," ujarnya.

Sementara itu Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Eko Pambudi menyatakan, untuk DSP 2015 senilai Rp500 juta telah digunakan untuk droping air dan persiapan menghadapi musim hujan.

"Dana tersebut sudah digunakan untuk berbagai kegiatan seperti droping, pembuatan sumur, pipanisasi dan sebagainya. Saat ini tersisa sekitar Rp139 juta untuk persiapan menghadapi bencana ikutan di musim hujan," tutup Eko. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved