Sembilan Siswa SD Keracunan Jus Jambu Basi

Sembilan siswa SD Negeri Trangsan 03 Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo mengalami keracunan, Jumat (6/11/2015)

Tribun Jogja/Santo Ari
Ilustrasi: 25 murid SD Negeri Sleman 5 mengalami keracunan massal setelah menyantap jajanan saat istirahat sekolah, Jumat (30/10/2015). 

TRIBUNJOGJA.COM, SUKOHARJO - Sembilan siswa SD Negeri Trangsan 03 Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo mengalami keracunan, Jumat (6/11/2015).

Informasi yang dihimpun, kesembilan siswi kelas empat ini membeli jus jambu di luar pagar sekolah setelah mengikuti mata pelajaran olahraga, jam 09.00 WIB.

Satu jam berselang usai minum jus yang dibelinya, kesembilan siswa yakni Junior (9), Nabila (10), Terma Revina (9), Wulan (10), Naura (10), Theo (9), Alfin (9), Lintang (9) dan Chandra Bintang (10) mengalami muntah-muntah dan pusing.

Para siswa ini kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Gatak oleh pihak sekolah, dan hingga kini seorang siswa masih dirawat secara intensif.

"Delapan siswa diperbolehkan pulang. Karena kondisinya langsung membaik. Seorang siswa yakni Chandra Bintang masih dirawat intensif," ujar Kepala Sekolah SD Negeri Trangsan 03, Haryanto.

Petugas jaga Puskesmas Gatak, Budi Utami membenarkan, jika ada sembilan siswa yang dibawa ke klinik tempatnya bekerja.

Mereka datang dengan menggunakan dua mobil pada jam 10.30 WIB, dan kemudian langsung diperiksa oleh tim medis.

Setelah diperiksa, delapan siswa diperbolehkan pulang serta diberikan obat penawar racun. Menurutnya, diduga karena kandungan jus jambu merah yang diminum sudah basi.

"Satu siswa kami observasi 24 jam. Kalau kondisinya kurang baik juga, kami meminta dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Menurut Kapolsek Gatak, Iptu Yulianto, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk mengecek dan mendata.

Dikatakan, penyebab keracunan dipastikan karena jus jambu merah basi yang dijual Kustiah, warga sekitar sekolah.

Kapolsek menuturkan jus yang diminum para siswa ini dibuat pada hari Kamis (5/10/2015) jam 14.00 WIB sebanyak 16 bungkus.

Usai dijual pada hari Kamis, jus yang dijual Kustiah masih tersisa 6 bungkus pada sore harinya.

"Sisa enam bungkus kemudian didinginkan di kulkas. Esok harinya dijual lagi. Kami pun mengirimkan sampel jus itu ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk dilakukan pengecekan," ungkap Kapolsek. (tribun jateng/suharno)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved