Ucapkan Selamat untuk Orang Spesial dengan Kartu Kirigami

Kirigami merupakan sebuah kesenian memotong dan melipat kertas yang berasal dari Jepang

Tayang:
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Kurniatul Hidayah
Mayke Prasastia dan Stephanus Sigit Dwi Prasetyo adalah pembuat kartu ucapan kirigami. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mendapatkan sebuah kartu ucapan di zaman ketika teknologi belum merajai bumi, tentu menjadi hal berkesan dan tak terlupakan.

Perasaan semacam itu juga bisa muncul di era modern seperti saat ini. Sebuah kartu ucapan unik dengan teknik kirigami, akan membuat penerima menjadi orang paling spesial di hari istimewanya.

Ketika ditutup, kartu ucapan tersebut nampak seperti umumnya. Namun ketika dibuka dengan sudut 90 derajat, akan muncul tampilan tiga dimensi sesuai dengan tema.

Mulai dari ucapan ulang tahun yang menampilkan kue tart raksasa, ucapan selamat wisuda yang menghadirkan podium lengkap dengan wisudawan, dan seterusnya.

Mayke Prasastia dan Stephanus Sigit Dwi Prasetyo adalah pembuat kartu ucapan kirigami.

Kirigami merupakan sebuah kesenian memotong dan melipat kertas yang berasal dari Jepang.

Kirigami berasal dari dua kata, yakni kiru yang berarti memotong dan gami yang berarti kertas. Berbeda dengan origami yang merupakan seni melipat kertas.

Alat yang dibutuhkan untuk membuat kartu ucapan kirigami adalah Plotter Cameo. Alat tersebut yang digunakan untuk memotong pola dari kartu ucapan yang mereka desain.

"Sebenernya di Indonesia alat tersebut ada. Cuma harganya lebih mahal. Ini kami beli online dari Amerika dengan harga yang lebih murah namun mendapatkan banyak bonus tambahan. Bonus itu tidak ada di penjual dalam negeri," Jelas Sigit, Kamis (5/11/2015).

Kesabaran

Proses pembuatan kartu ucapan tersebut menuntut Mayke dan Sigit memiliki stok kesabaran dan ketelatenan tak terbatas.

Teknik cutting yang rumit, karena perlu dikerjakan secara detail dan rapi membuat satu karya bisa selesai dalam waktu dua hari.

Walaupun sudah menggunakan alat, namun pola kartu ucapan yang dibuat di atas kertas foto tersebut harus dirapikan lagi menggunakan pen blader.

Ini adalah hal tersulit, di mana Sigit dan Mayke tidak boleh salah potong ataupun memutuskan rangkaian kertas yang memang harus saling merekat satu sama lain.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved