Sopir Bus Menangis Teringat 'Dosa'
Sebanyak 80 pengemudi bus mendapat pelatihan karakter di markas Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IV Diponegoro
Penulis: pdg | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 80 pengemudi bus mendapat pelatihan karakter di markas Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IV Diponegoro.
Selama empat hari, hingga Kamis (5/11/2015), puluhan sopir dari berbagai perusahaan otobus itu digembleng latihan fisik hingga renungan mental.
Parkini satu di antaranya. Pengemudi bus pariwisata asal Jakarta itu, mengaku menangis pada malam perenungan yang digelar di markas Dodiklatpur, Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan. Pria berkumis itu teringat akan 'dosa-dosanya' waktu mengemudikan bus.
"Percaya tidak percaya, kami semua 80 orang pengemudi yang ikut dalam pelatihan menangis, termasuk saya. Jadi ingat saja, dulu beberapa kali pernah melanggar lampu merah, padahal yang saya bawa itu tamu. Dan saya harus bertanggungjawab," ujarnya, seusai upacara penutupan, Kamis (5/11/2015).
Ia mengutarakan, sebagai pengemudi yang mengejar waktu ia tak menampik bahwa pelanggaran-pelanggaran semacam itu sering terjadi. Padahal, menurutnya, kecelakaan yang terjadi berawal dari tindakan tidak tertib.
Selengkapnya simak di halaman 7 Tribun Jogja edisi Jumat (6/11/2015). (*)