Respect Salurkan Aspirasi Lewat PAF

Setali tiga uang dengan penampilan para pemainnya di atas lapangan, deretan suporter yang tak kenal lelah berdiri dan bernyanyi di atas tribun.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: oda
tribunjogja/azkaramadhan
Suporter SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, yang terkenal dengan sebutan Respect membentangkan sebuah banner raksasa. Pada banner tersebut dilukiskan deretan gedung-gedung megah, ditambah dengan tulisan yang terpampang jelas JOGJA UWIS KEBAK . 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Luar biasa. Mungkin, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan penampilan SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, pada babak 16 besar Tribun Jogja PAF 2015.

Penampilan ciamik dari bakat-bakat hebat didikannya, tentu menjadi hiburan tersendiri untuk para penonton yang hadir.

Setali tiga uang dengan penampilan para pemainnya di atas lapangan, deretan suporter yang tak kenal lelah berdiri dan bernyanyi di atas tribun pun turut menyuguhkan aksi yang tak kalah atraktif, dengan 'memerahkan' tribun merah GOR Amongraga.

Namun, ada satu aksi yang tampak paling mencolok dari suporter SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, yang terkenal dengan sebutan Respect tersebut.

Sebuah banner raksasa dibentangkan oleh sekitar 300an supporter. Bukan banner rakasasa biasa tentunya.

Pada banner tersebut dilukiskan deretan gedung-gedung megah, ditambah dengan tulisan yang terpampang jelas 'JOGJA UWIS KEBAK', atau jika diarktikan ke dalam Bahasa Indonesia, kurang lebih maknanya adalah Jogja sudah penuh.

"Ini bentuk aspirasi kami yang sudah semakin muak dengan kondisi Yogyakarta, yang dari hari ke hari semakin dipenuhi gedung-gedung tinggi dan berdampak pada kemacetan juga," ungkap Herdian, koordinator Respect.

Dengan menyuarakannya melalui ajang Tribun Jogja PAF 2015 ini, dirinya dan seluruh rekan-rekan Respect, berharap agar aspirasinya dapat didengar oleh para pejabat teras Yogyakarta.

"Karena kami nggak mungkin bisa berbicara langsung dengan para pejabat, makannya kami memilih bersuara melalui gelaran PAF ini," turur siswa kelas 12 SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta tersebut.

Dipilihnya PAF karena Herdian menilai, turnamen futsal antar SMA yang diselenggarakan sejak 2009 ini memiliki animo yang luar biasa besar, hingga dapat dipastikan akan mendapat banyak sorotan dari khalayak luas.

Mengenai proses pembuatannya, banner raksasa tersebut digarap sehari dan semalam suntuk sejak hari Minggu.

"Kita lembur seharian, sampai nggak pulang dan dicariin orang tua, semuanya demi Mutu dan Respect," turur salah seorang suporter lainnya menambahkan. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved