PT KAI Genjot Pengoperasian KA Barang

Pengiriman semen Bima ke Klari ini merupakan bagian distribusi untuk wilayah Jawa Barat bagian utara dan DKI Jakarta.

PT KAI Genjot Pengoperasian KA Barang
Dok PT KAI Daop 5 Purwokerto
PT STAR (Sinar Tambang Artha Lestari) produsen semen Bima di Ajibarang, Banyumas menggandeng PT KAI Daop 5 Purwokerto untuk mengangkut semen produksinya. Launching angkutan semen Bima tujuan Klari menggunakan kereta api ditandai dengan pemberangkatan KA angkutan semen perdana dari stasiun Kretek, Kabupaten Brebes, Senin (2/11/2015) secara simbolis oleh Direksi PT STAR, Daniel Tedja. 

Surono mengungkapkan, awalnya angkutan semen Bima ini akan dilakukan dari stasiun Karangsari, di Kabupaten Banyumas.

Namun karena terkendala infrastruktur jalan menuju stasiun, akhirnya dipilih stasiun Kretek di Kabupaten Brebes sebagai alternatif stasiun pemuatan.

Sementara itu, Dirut PT STAR, Aang Hidjaja mengatakan pihaknya siap menaikan kapasitas angkutan semen dari Kretek ke Klari dari 20 gerbong dalam satu rangkaian KA menjadi 30 gerbong.

"Kita siap tingkatkan dari 20 gerbong atau 800 ton menjadi 30 gerbong atau 1200 ton semen sekali tarik," ungkapnya.

Selain peningkatan kapasitas angkutan, menurut Aang kedepan angkutan semen Bima dengan KA juga akan di kembangkan ke tujuan yang lain. Ke depannya, distribusi bisa dikembangkan baik ke arah Jabar, Jateng maupun Jatim.

Sementara Direktur Komersial PT KAI Candra Purnama mengatakan biaya angkutan semen menggunakan KA akan lebih rendah dan efisien jika bisa dilaksanakan secara masal dalam jumlah yang besar.

"Selain lebih efisien angkutan semen dengan KA sangat membantu mengurangi kepadatan, kemacetan dan potensi kerusakan jalan raya. 800 ton yang bisa diangkut KA sekali tarik akan membutuhkan setidaknya 40 truk jika diangkut melalui jalan raya," paparnya.

Di tempat yang sama, Vice President PT KAI Daop 5 Purwokerto Safrudiansyah mengatakan, launching angkutan semen Bima merupakan keberhasilan pengembangan angkutan barang di Daop 5.

Sebelumnya menurut Safrudiansyah Daop 5 Purwokerto juga telah berhasil menghidupkan lagi angkutan pupuk Pusri dari Cilacap yang telah berhenti sejak 20 tahun lalu.

Lebih jauh Safrudiansyah mengatakan kedepan akan dibangun jalur KA simpang langsung ke pabrik semen Bima di Ajibarang.

"Jika kapasitas angkutannya terus meningkat sampai 6000 ton per hari, tentu infrastruktur yang ada di Kretek tak akan mampu melayani. Karena itu diperlukan jalur rel langsung ke pabrik di Ajibarang," tutupnya.(*)

Penulis: toa
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved