Mesir Bantah Airbus A-321 Jatuh Ditembak ISIS

Penyelidikan tentang penyebab jatuhnya pesawat Rusia di Sinai yang menewaskan 224 orang tengah berlangsung

REUTERS/KIM PHILIPP PISKOL
Pesawat nahas KGL9268 yang jatuh di pegunungan Sinai 

TRIBUNJOGJA.COM - Penyelidikan tentang penyebab jatuhnya pesawat Rusia di Sinai yang menewaskan 224 orang tengah berlangsung.

Perdana Menteri Mesir menyatakan kendala teknis menjadi kemungkinan terbesar penyebab kecelakaan tersebut.

Dia membantah klaim yang menyatakan kelompok militan ISIS bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat.

Meski begitu, tiga maskapai - Emirates, Air France, dan Lufthansa - memutuskan untuk tidak terbang di atas Semenanjung Sinai sampai ada kejelasan.

Kotak hitam pesawat sudah ditemukan dan dikirim untuk analisis, menurut pejabat.

Airbus A-321 milik maskapai Kogalymavia jatuh pada Sabtu (31/10) sesaat setelah meninggalkan resor Sharm el-Sheikh menuju St Petersburg, Rusia.

Menteri transportasi udara Mesir Hossam Kamal mengatakan tidak ada tanda-tanda masalah pada pesawat.

Dia membantah laporan sebelumnya yang menyatakan bahwa pilot meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat.

Di Rusia, istri dari kopilot pesawat menyampaikan bahwa suaminya pernah mengeluh tentang kondisi pesawat.

Pada stasiun televisi pemerintah NTV, Natalya Trukhacheva mengatakan anak perempuan mereka menelepon Sergei Trukachev sebelum pesawat meninggalkan Sharm el-Sheikh.

"Dia mengeluhkan kondisi teknis pesawat yang sangat tidak memadai," ujarnya. (BBC/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved