Breaking News:

Buah Bibir

Bripda Mega Masih Grogi Beraksi di Atas Kuda Besi

Ia dipilih untuk mewakili Satuan Lalulintas Polres Klaten untuk berlomba safety riding di tingkat Polda Jawa Tengah.

Penulis: pdg | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.com | PADHANG PRANOTO
Bripda Mega Vebrianing Tyas 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Meskipun sudah akrab dengan kendaraan roda dua sejak kecil, namun Bripda Mega Vebrianing Tyas masih saja grogi saat beratraksi safety riding. Dara 22 tahun itu pun harus kerja keras mengendalikan motor trail.

Mengaku grogi saat pertama kali dilatih meliuk-liuk diatas motor, namun ia mendapat semangat dari dua pelatihnya. Dengan bekal tersebut, ia dipilih untuk mewakili Satuan Lalulintas Polres Klaten untuk berlomba di tingkat Polda Jawa Tengah.

"Rasanya jantung saya terpacu amat cepat, sempat grogi awalnya, Takut jatuh,"katanya.

Tapi berkat sokongan pelatih Aipda Badi dan Aipda Yana dia bisa menguasai teknik bermotor dengan benar.

"Kedua trainer saya itu berkata, kalau belum jatuh ya belum naik motor," kenang Mega yang merupakan anggota satuan reskrim Polres Klaten itu.

Ditanya mengenai ketrampilan naik motor, gadis berbintang Aquarius ini mengaku sudah menaiki sadel "kuda besi" sejak ia sekolah dasar.

Kisah Mengaharu Biru, Pengabdian Penjaga Masjid Tanpa Tangan Bersihkan Rumah Allah

Dirinya mengaku suka menaiki motor bertransmisi manual, milik sang ayah.  Selepas itu, kebiasaan itu terbawa hingga dewasa dan masuk dalam kesatuan Polri.

Saat pertama menjadi anggota Polwan Polres Klaten, ia diajari menjadi joki motor untuk pasukan pengurai massa (raimas), satuan Sabhara. Dari situ, ia kemudian dilirik Satlantas untuk beratraksi dengan motor roda dua.

Menurutnya, selain bisa membawa motor, di satuan lalu lintas ia juga diajarkan mengendarai dengan benar.

"Selain diajari mengemudi dengan benar, sebelum uji ketangkasan di Polda, saya juga diajari trik zig-zag, slalom, chidori dan trykhana," tambahnya.

Berlomba di Polda Jateng memperingati HUT Satlantas, Mega memang belum mendapatkan prestasi terbaiknya. Namun dari hal tersebut, ia mendapatkan banyak pengalaman dan teman.

Meskipun berakrab-akrab dengan motor sekian lama, namun Mega mengaku tak paham akan mesin motor

. Perempuan berambut cepak itu mengaku, akan membawa motornya ke bengkel jika sedang bermasalah.

"Wah kalau ngutak-ngatik nggak bisa, paling kalau motor agak nggak enak ya ke bengkel," katanya sambil tertawa renyah. (Pdg)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved